Disclaimer: hati-hati, menye-menye mode ON..
Anggap aja anda sedang membaca novel, dan saya sedang belajar menulis novel. Yang tidak suka menye-menye, dipersilahakan baca blog yg lain, saya sedang tidak sanggup menulis yang lain.
Even berfikirpun rasanya sudah tidak sanggup. Yang ada dalam benak, hati dan pikiran saya hanya mama.. mama… dan mama aja…
***
Beberapa minggu yang lalu terjadi percakapan antara saya dan mama…
Mom: “Saya gak cantik lagi yah”
Saya: “Tidak, buat saya mama tetap cantik kok”
Mom: “Ahhh, tapi lihat kulit mama, hitam karna keracunan, wajah mama, mengkerut kayak kulit nenek-nenek yang gak pernah distrika”
Saya: “HAHAHAHA… mama!!!. Sepertinya mama harus belajar narsis sama saya. Nanti beli buku saya aja yahhh…
Disana ada pelajaran gimana supaya mama MERASA cantik terus”
Mom: *tersenyum*.… “Tapi ada nama mama gak disitu”
Saya: “Banyak!!! *membalas tersenyum, sambil menggenggam jemarinya yang rapuh dan bergetar*,…
“Kalo perlu tiap halaman ada nama mama disana”
Mom: “Hehehe,… Gimana caranya tapi”
Saya: “Gampang,… halamannya selalu diikut dengan kata “mom”, jadi kalo 150 halaman, akan ada 150-mom disana”
Mom: “wahhh, that was so sweet, dear, thanks yah. Tapi mama lebih prefer a whole page only for me”
Saya: “Oh maksud mama yang halaman dedicated for ituh?”
Mom: “Iya, nanti teh ya,… kamu tulisnya gini,…
“This book is dedicated for my mother, blablabla”…
Saya: “Hahaha… Iya ma, halaman itu memang udah saya buat khusus untuk mama kok”
Mom: “You do???” wah, thanks yah, sweatheart, kamu kadang badung minta ampun, tapi kalo lagi manis, bikin mama terharu ajah”
Saya: “halahhh… saya udah dari sononya manis gini kok, hehehe… *melet*
“Of course atuh ma, kalo buat org secantik mama mah gak rugi mesti ngapain juga
”
Mom: “tapi kan kulit mama udah keriput, bintik2 hitam mama penuh dimuka, blablabla…”
Hahahaha… saya tahu itu hanya pelarian mama… bukan itu yang mau mama sampaikan… ada ketakutan lain yang dia sembunyikan, tapi tidak ingin saya ketahui…
But today…, things were different..
Tidak ada canda tawa tentang keriput2 dimata… tidak ada canda tawa tentang operasi plastiknya si A, B atau si C… dan tidak ada canda tawa tentang hidup yang so silly and sometimes stupid ini…
BLANK…
Ya… ini mungkin yang namanya JEDA kehidupan... Ada kalanya kita harus bediam dalam Jeda menikamati istirahat sejenak, untuk kemudian melangkah kembali…
Kugenggam tangan mama erat2.. tidak ada tanda-tanda kalau dia menyadari kehadiranku disana… kulihat monitor yang menyatakan denyutan nadi dan tekanan darahnya… Ahhh, normal…
Dia sedang menikmati JEDA-nya…
Melihat selang dan seluruh alat bantu yang menempel didirinya, membuat saya Ingin menangis rasanya. Tapi ini bukan saat yang tepat… dia tidak sedang kesakitan,… Lalu kenapa aku harus bersedih???..
Dia hanya sedang menikamati JEDA-nya…
Teringat tulisan pakdhe aroengbinang disini...
Imagineabookwithoutblankspacelikethis, how would it be? Itwillbeabitdifficulttocomprehend, right?
Just like the pauses which make wonderful music. There are blank spaces in everyone’s life that need to be understood to make one’s souls composed and calm.
Well, mungkin kalo dihubungkan dengan bukunya Paulo Coelho, The Witch Of Portobelo, gak ada hubungannya, may be, but I’m talking about the blank… JEDA dalam hidup…
Everybody has their own BLANK in their life.
So, aku harus iklas membiarkan mama menikmati JEDANYA, meskipun itu berarti aku tidak dapat bercanda dengannya tentang keriput diwajahnya, tentang flek-flek yang menempel diseluruh tubuhnya…
Teringat diskusi beberapa hari yang lalu tentang Operasi Kanker yang sudah dilaluinya beberapa bulan yang lalu..
Saya: “Ma, gimana rasanya… dah gak sakit lagi khan?”
Mom: “Enggak, sayangnya perut mama jadi kayak mas-mas, ada “blah-tengah” nya”
Saya: “hahahahaha… ada yang marah loh ntar, kan gak cuma mas-mas doang yang “blah-tengah” ma,… mbak-mbak juga, hehehehe”
Mom: “hihihi, tapi perut mama sekarang ada “blah-tengah”nya, lucu…”
Mama meringis… karena tiap gerakan tawa, meninggalkan sakit yang luar biasa pada sayatan bekas operasi diperutnya, yang memanjang dari pangkal dada sampai ujung pangkal perut bawahnya.
Lalu tiba2 mama bertanya:
“Heran deh, kenapa yah, rasanya diperut mama, seperti ada anak kecil yang nendang-nendang terus, kadang meliuk-liuk kayak ular muterrrr ajah”
Kupalingkan wajahku,.. karena aku tidak sanggup menjawab pertanyaan mama..
YA!!!,… Aku tau betul apa yang meliuk2 diperut mama..
Kini kupandangi lagi tubuh lemahnya…
Dalam diam aku teringat, OHMYGOD… mom… bagaimana mama mo liat halaman “DEDICATED TO” itu… sedang script aslinya masih ada di CD yang dua malam yang lalu aku copy, tapi belum sempat aku kirimkan ke penerbitnya…
CD itu masih terbungkus rapih dan tergolek manis diantara tumpukan buku2 dimejaku…
Oh Tuhan, mana yang harus aku dahulukan… kembali kerumah, doing this and that, and came back here before mom wake up..???
Ahhh… tidak, aku tidak ingin kehilangan waktu… SEDETIKPUN… bersama mama…
SEDETIK bisa berarti seabad, kalau aku tidak ada disisinya, ketika dia harus mengucapkan selamat tinggal.
SEDETIK bisa brarti seabad, atau bakhan a Whole CENTURY, ketika aku tidak sempat mengucapkan selamat jalan…
SEDETIK bisa berarti sepanjang hidupku… ketika aku bisa melihatnya bangun dari JEDA-nya, tersenyum padaku lalu berkata…
“Nak, kulit mama keriput banget yahhh… mama dah gak cantik lagi”
Dan DETIK itu juga aku akan berkata…
“MAMA CANTIK… MAMA AKAN TETAP JADI WANITA PALING CANTIK YANG PERNAH AKU KENAL”
Dan SEDETIK itu pula yang akan mengubah seluruh hidupku.
Ahhh, sampai selesai menulis ini,… aku sudah berjanji untuk tidak menangis… Sudah berusaha menahan airmataku, tapi entah kenapa airmata ini nakal… terus saja mengalir membasahi kaosku, sehingga bercak-bercak airmata itu,… kini mengotori kaosku…
Mama nihhh… hayooo, bangunnn!!!… LIHAT!!!..
Apa yang mama perbuat sama kaosku… basah khan??… Hayooo, bangun mahhh… Cukup JEDA-nya...
Sekarang mari kita bergunjing ttg prempuan cantik itu seharusnya gimana… Tentang prempuan cerdas itu smestinya gimana… Tentang isi otak dan hati prempuan smart.
Hayooo bangun maaaa…
Or,.. You still need some time with your BLANK???
Honestly mom… I miss you…
I’m so damn miss you
Your silly daughter,
- SIL -