Hanya butuh Peduli kok, cuma itu…
PS: Blood For Life Indonesia… copas dari blog Eka (ceritaeka.com) disini, tanpa dirubah sedikitpun, dan tentu saja dengan seijin yang bersangkutan.
***
Minggu, 20 Desember 2009 lalu merupakan hari yang tak terlupakan buat saya. Bukan karena tiba-tiba dapat hadiah cincin berlian 5 karat yang saya diam-idamkan itu, bukan juga karena tiba-tiba saya menang lotere 5Milyar, bukan… bener deh bukan itu! Walopun sumpah setengah hidup saya berharap banget dua hal tersebut kejadian hehehe ^_^ Hari minggu lalu saya ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial yang diprakarsai Blood For Life in collaboration with Garuda Food. Buat yang belum tau, saya kasih disclaimer dulu deh.
BloodForlife adalah sebuah wadah non profit yang menjembatani antara donor dan pendonor. Jadi gini, persediaan darah di PMI itu kan belum tentu dapat mencukupi kebutuhan, mengingat usia darah yang pendek juga rentang waktu seseorang boleh mendonorkan darahnya. Mana kesadaran untuk jadi pendonor itu belum terlalu tinggi di Indonesia, *keplak diri sendiri, soalnya sampe sekarang juga belum mendonor gara-gara takut jarum suntik
* walhasil stock darah di PMI kadang gak mencukupi. Nah dengan pertimbangan tersebut BFL hadir. Jadi kalau temen-temen butuh darah tiba-tiba (tengah malam misalnya) dan di PMI gak ada stock, sms atau kirim email ke BFL nanti anggota BFL akan berusaha menyebarkannya baik kepada anggota maupun orang-orang lain. Intinya sih kehadiran BloodForLife diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan bagi sesama yang membutuhkan bantuan darah tanpa birokrasi yang ribet. Kalau mau join di milist BFL bisa klik disini.
Dengan misi kemanusiaan yang begitu mulia, BFL dipinang oleh Garuda Food untuk berpartisipasi pada aksi sosial yang dilaksanakan di Rusun kemayoran. Misi utamanya adalah memperkenalkan BFL pada khalayak yang lebih luas. Namun setelah dipikir-pikir, aksi ini kan bisa digunakan untuk membantu pihak lain juga. So Silly as the initiator of BFL memberikan ide, supaya di stand ini BFL menjual sesuatu dengan harga miring dan hasil penjualannya disumbangkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan kepada Sanggar Anak Akar. Wait, Sanggar Anak Akar itu apa? In short sanggar Anak Akar ini membantu kaum akar rumput (grass root) dengan cara memberikan pelatihan, mengajarkan anak-anak dan masyarakat sekitar yang buta huruf, untuk bisa “balitung” alias Baca… tulis… dan berhitung. Hemmm lebih jelasnya baca artikelnya Silly yang ini, soalnya kalau saya kasih disclaimernya juga disini, bisa-bisa postingan ini jatohnya panjang bener. Lalu dimana nanti saya akan pasang foto-foto cantik saya reportasenya
hahaha.
Aksi Sosial yang bertempat di lapangan Rusun Kemayoran RW 11, dimulai dengan senam bersama pada pukul 6.30-7.30. Sesudah itu, ada bazaar murah (dengan harga miring tentu) dan ditutup dengan pengobatan gratis. Stand BFL menjual pakaian layak pakai dimana pakaian-pakaian tersebut didapat dari para anggota BFL juga para blogger yang tergerak menyumbang. Well, isn’t nice? Lemari jadi lega karena pakaian layak pakai berkurang (mungkin yang kegedeean, kekecilan ato udh out of fashion) pun sekaligus menyumbang. Hmm kalo kata Silly, feel good by doing good
. Berikut sedikit momen yang bisa diabadikan dengan kamera hape saya (Pocket Camera saya si mpuss keselip entah kemana hiks)
Saya datang sekitar pukul 7.15, bukan maksud hati pengen terlambat tapi maaaak, (again) kesasar!
hiks. Disana sudah ada mbak Nur (PJ event ini), mas Ary, dan mbak Maria dari Sanggar Anak Akar. Setelah rapi-rapi, beberes stand, mengatur tampilan pakaian, lirih saya berbisik pada mbak Nur, “haduuuh jualan kita laku gak yah.” Dan mbak Nur pun tersenyum menenangkan kegundahan saya. Asli, saya gundah, kuatir, tangan sampai berkeringat dingin pula (mulai lebay hehehe). Intinya sih, deg-degan boooow
ini kan event pertama, remember apapun yang pertama itu kan selalu gimana gituh.
Eeeh namun begitu senam selesai. Maaaaaaaaaaaaaaak stand BFL diserbu.. bu..bu…. bejibun yang merangsek liat-liat plus mau beli. Sampe keringatan and saya histeris (serius saya juga heran, kenapa bisa histeris) ketika baju pertama yang laku terjual adalah baju yang pernah punya memori khusus dengan saya. Harga baju kita patok Rp. 10.000 – 15.000 untuk yang second (tergantung kualitasnya), sedangkan baju batik baru dijual di angka Rp. 15.000. Dan baju yang termahal yang bisa dijual adalah sepasang blazer dan celana berwarna coklat seharga IDR. 50.000.
#Kaos ijo ini bagus deh kata wanita berbaju grey… Eeeh kalo dipake sambil donor darah lebih bagus lagi
hehe
#Stand BFL diserbu. Tenaaaang semua kebagian
Semua kebagian deh!
#Ruameee banget
Haduuuh siapa itu yang nangis? Diapain tuh sama mas Ary?
menyebarkan gosip tak bertanggung jawab
haha
Sementara stand BFL dibanjiri ibu-ibu, mas Ary sibuk berorasi & berkampanye menyebarkan brosur BFL. Menerangkan apa itu BFL dan kenapa perlu bergabung dengan BFL.
#Sebenernya di pic ini ada mas Ary (tuh lihat ada tangannya). Cuma karena dia ngotot wajah gantengnya gak boleh tersebar, ya sudah saya jadi terdakwa narsis deh :p gpp hahaha. Flyersnya keren kan?
”
Hingga pukul 10.00 total penjualan yang kita dapatkan adalah IDR 1.283.000. Ah ya ada kejadian menarik yang melatari ganjilnya hasil penjualan. Waktu itu ada seorang ibu yang udah milih-milih baju, trus pas mau bayar duitnya kurang. Dengan wajah memelas minta tolong bajunya disimpenin dulu karena dia mau ambil duitnya di lt. 4 ato 5 rusun tersebut. Lalu pas balik, begitu dia tau bahwa ini event amal, dia pun borong lagi sampai… sampai duitnya abis!!! Semua yang ada di dompetnya dikeluarin untuk bayar itu baju and tetep masih kurang IDR 2.000 (ya udah, dikasih korting deh!) Abisnya gak tega ngebayangin ibu ini bolak-balik ke lantai 4 cuma ngambil duit 2000 perak doank. Ntar kalo ibu ini jadi kurus gimana? :p Apa saya gak diomelin suaminya?!
#Sorry burem pake hape njepretnya
Sudah? Selesai sampai disini? Oooh tidak
Weiits, tak lupa special thanks juga buat ERU.. yang pontang panting bikinin design Flyer BFL. Yang malam-malam buta saya paksa diskusi materi flyersnya dan tiap hari di sapa hanya dengan pertanyaan, “Flyersnya udah belom Ru?” (Oh God semoga FB & YM saya tidak di delete oleh Eru hehehe). Tapiii designnya kereeeen banget Ru! KEREEEN!! Hasilnya mantaps. Haduuuh saya terharu, teringat seminggu sebelum acara, pada meeting hingga larut di Semanggi, teman-teman saling kontak sana sini, ribet banget koordinir ngumpulin baju dan sekarang semua kerja keras itu berbuah manis. Saya terharu. Tahun ini begitu indah. Semoga lain kali kita bisa bikin event seperti ini lagi. Bukankah sudah menjadi kewajiban kita untuk peduli dan berbagi dengan sesama?
PS. Judul boleh minjam dari kata-kata yang ada di Flyer BFL (thanks mas Ary)




















owalaaah, minggu kemaren ya? *sungkem karena lupa jadi gak bisa ikutan*
hey I nda understand this challenge?
astaga Siilyyyyyyyyyyy..aku kemana ajaaa..KEMAYORAN!?!?!?
Itu deket rumah kalleeeeeeeeeeeeee!!!!
*sebel*
Slamat ya atas kesuksesan event pertamanya… Kalo mo ngadain event seperti ini lg aq mau kok ikutan nyumbang, kabarin aq ya..
@cK :
Lain kali ikutan yukkk Chik… jangan cuma ikutan ngledekin gue mulu, hehehehe
Feel good, by doing Good
@muhammad wahyu :
What? you don’t understand? Do you think this is challenge?
This is not a challenge, actually this is just a movement for charity, and it’s coming from the bottom of our heart.
Feel it… and you will be good by doing good
@yessy muchtar :
Masyaaaaaarakattttt… iya, kamu kemana ajahhh????
)
)
)
There will be next time kok dear…
Care to join us next time???
@cathrin :
Okayyyy, noted Cathrin. NExt time ada acara charity kayak gini lagi, aku kabarin kamu yaaahhhh
Thanks for stopping by dear