Love Me Like There’s No Tomorrow…

PS: Artikel panjang allert. Take your time to read, if you want to get the point. With love, -Sil-

* * *

Sepasang suami istri sedang bercakap-cakap ketika tiba-tiba si istri menjerit kesakitan memegangi perut bawahnya… lalu dengan tenaga yang masih tersisa, si istri berlari ke toilet, dan lagi-lagi disana, si istri menjerit setengah menangis ketakutan.

Sang suami menyusul… dan dihadapannya kini, duduk si istri yang dengan tangan yang gemeteran, memperlihatkan gumpalan darah hitam yang kini berada diujung jemari lentik istrinya.

Rupanya tadi ketika menyeka (maaf) v*ginanya, si istri menemukan gumpalan darah yang mirip seperti serpihan jaringan2 tissue, yang kemungkinan besar berasal dari rahim si istri.

Dengan tubuh bergetar, sang suami memeluk istrinya, meyakinkan bahwa istrinya akan baik2 saja, dan bahwa mereka akan mencari pengobatan yang terbaik untuk istrinya. Sang suami merasa bersalah karena selama ini sudah terlalu sibuk dengan karir dan pekerjaannya, sehingga mengabaikan begitu banyak tanda-tanda yang diperlihatkan istrinya.

Dan mereka berdua pun terduduk dilantai kamar mandi, sambil menangis berpelukan.

Baru sekarang dia menyadari betapa rambut panjang bergelombang istrinya yang dulu membuatnya jatuh cinta, yang dulu begitu tebal dan indah,… kini bahkan hanya tinggal sepertiga dari rambut gadis kecilnya. Bahkan tidak cukup banyak untuk memenuhi genggaman tangannya.

Kulit wajah istrinya, meski tetap manis, terlihat makin kusam dan penuh bercak2 hitam. Jari jemari istrinya, meski tetap cantik dan lentik, namun tidak lagi sekokoh dulu. Sekarang jemari itu terlihat ringkih dan bergetar terus menerus, seperti orang tua yang berpenyakit parkinson. Bahkan memegang sendok pun, jemari mungil itu selalu bergetar, padahal usia istrinya belum bisa dibilang tua, fisiknya pun sepintas terlihat sangat bugar.

Seringkali istrinya juga berguling-guling kesakitan ditempat tidur, tapi dipikirnya itu hanya nyeri haid biasa. Dia hanya menyarankan istrinya untuk minum obat, lalu melanjutkan membaca koran hari itu, atau menonton acara TV kesukaannya lalu tertidur kelelahan.

Kali ini dia sungguh menyesal, sungguh sedih, dan mulai berjanji akan menjaga istrinya sampai tetes darahnya yang terakhir. Berkali-kali dia minta maaf pada perempuan yang sudah menemaninya meraih puncak karirnya selama ini, perempuan yang bertahun-tahun nyaris disia-siakannya, karena sibuk mengejar ambisi pribadinya.

“maafin aku yah sayank, jangan takut, aku janji, aku bakal jaga kamu, dan akan selalu disini untuk kamu”.

Dan si istri cuma bisa menangis sambil mengangguk. Bibirnya tak lagi sanggup mengucap kata. Sudah terlalu banyak duka yang disimpannya. Dan kali ini, dia yakin, duka itulah yang sekarang sedang menggerogoti tubuhnya, menggerogoti organ demi organnya, sehingga lambat laun, duka ini menjadi bom waktu yang membunuhnya secara perlahan-lahan.

Meski dari luar, si istri terlihat baik-baik saja, suaminya tidak pernah menyadari betapa ringkih tubuh wanita ini dari dalam, karena dia tidak pernah punya waktu untuk sekedar menanyakan perasaan istinya. Perempuan itu juga selalu berusaha untuk terus melawan perasaannya sendiri. Namun lama kelamaan dia mulai kehabisan energi, bergumul dengan dirinya sendiri… Dan akhirnya, menyerah pada sang duka.

Dan satu persatu, sel-sel dalam tubuhnya juga menyerah perlahan lahan…

* * *

Pagi harinya… Setelah percakapan semalam, sang suami terbangun dengan tekad yang baru!!!.

Yup, hari ini dia akan membawa istrinya berobat pada dokter yang terbaik yang dipunyai negri ini. Kalau perlu, akan dibawanya istrinya ke negeri cina, negeri yang katanya paling gape dalam hal menyembuhkan penyakit apapun.

Dipandanginya tubuh istrinya yang masih tergolek lemas ditempat tidur. Semalam, sebelum tidur, mereka berdua berpegangan tangan, dan istrinya menangis dalam pelukannya. Dia begitu takut kehilangan istrinya… takut tidak sempat membuat istrinya bahagia… Perempuan yang selama ini sudah sangat berjasa bagi karirnya.

Sekaranglah saatnya membalas semua kebaikan hati perempuan ini… Sekaranglah saatnya membahagiakan perempuan paling dikasihinya ini. Dia tidak ingin menjadi pecundang yang menelantarkan istrinya.

Diamatnya sekali lagi perempuan ini…

Aneh, karena tubuh istrinya seperti tidak bergeming sama sekali. Tidak!!! Tidak mungkin, ini pasti hanya halusinasi belaka, pikir suaminya, ketika tiba2 terlintas dugaan, istrinya sudah tidak bernyawa lagi.

Membayangkannya saja sudah membuat seluruh persendiannya rontok. Dipandanginya sekali lagi tubuh istrinya… didekatinya wajah istrinya, lalu dengan lembut disentuhnya hidung istrinya. Tidak ada hembusan nafas disana. Dirabanya lengan istrinya… tidak ada denyut nadi disana…

Makin panik, dirabanya denyut dileher istrinya… sama, tidak ada denyutan nadi disana. Dan dengan mata yang ketakutan luar biasa, si suami mengguncang2 tubuh istrinya sambil menjerit,

“TIDAAAAAAAAKKKK. Ayo bangun sayank… kamu lupa yah, kita hari ini akan kedokter sayank… ayo bangun sayank…. BANGUNNNN!!!

“FOR GOD SHAKE!!!… Please dong sayank!!! jangan becanda!!! Ayo bangun… Aku gak bisa hidup tanpa kamu. Kasih aku kesempatan untuk bahagiain kamu sayank, ayo bangun!!!!

*Lelaki ini mulai menangis…

“Maafin aku, sayank!! PLEASE, JANGAN MATIIII iiii!!!… Maafin aku!!!

“Kasih aku kesempatan lagi sayank… Jangan tinggalin akuuu!!! AYO BANGUN!!!…

Diguncang2nya tubuh istrinya, tapi semua sudah terlambat…

Istrinya, kini sedang dalam perjalanan menuju surga…

Dan sang suami hanya bisa menjambak rambutnya, dan merenggangkan tubuhnya sambil menjerit pada Tuhan,

“AAAARRGGHHHHH, TIDAKKKK… PLEASEEEE TUHAN, JANGAN AMBIL ISTRIKU!!! AKU GAK BISA HIDUP TANPA DIA!!! TOLONG TUHAN, JANGAN AMBIL ISTRIKU!!!

Ditolehnya tubuh istrinya yang sudah terbujur kaku, sekali lagi diguncangkannya tubuh lunglai itu sambil berteriak,

“Sayank!… Sayank!!… SAYAAAANKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!… DON’T LEAVE ME ALONE!!!!!!! Pleaseeeee… JANGAN TINGGALIN AKU!!! JANGAN PERGGGIII…!!! Masa kamu tega sih ninggalin aku sama anak kita???”

Too late, semua sudah tidak ada artinya lagi…

Sang istri kini sudah tidak lagi bisa menjawab, karena saat ini, dia sudah berada disana, dirumah Bapanya, dan mungkin sedang tersenyum karena sudah terbebas dari seluruh rasa sakit yang mendera tubuhnya…

She is free from her pain now.

* * *

Sebelumnya, subuh itu, ketika fajar baru akan terbit, sang istri terbangun. Dipandanginya tubuh suaminya yang sedang terbaring disampingnya. Dengan lembut, dia melepaskan pelukan suaminya, yang sejak semalam tidak pernah lepas memeluk punggungnya, seakan tahu, tidak ada lagi hari esok untuk mereka berdua.

Dia lalu duduk dan berdoa… Dan disela-sela doanya, tiba-tiba seberkas cahaya terang menerpa wajahnya, memaksanya untuk membuka mata dan melihat, apa yang ada dihadapannya sekarang.

Seorang malaikat berjubah serba putih berwajah lembut tersenyum padanya, lalu dengan lembut mengulurkan tangannya sambil berkata,

“Bukankah kamu sudah lelah?.. Ikutlah denganku, maka seluruh sakitmu akan hilang, dan jiwamu akan dipulihkan”

“Tapi bagaimana dengan suami dan anakku, aku sangat mencintai mereka, apapun akan aku lakukan untuk menunjukkan kalau aku mencintai mereka”

“Jangan khawatir. DIA yang diatas sana tahu yang terbaik untuk suamimu dan anakmu. DIA juga yang akan menyediakan semua kebutuhan mereka, dan menaungi mereka dengan kasih sayang yang melimpah. Percayakah kau pada-NYA, my dear???”

“YA, AKU PERCAYA. AKU PERCAYA DENGAN SEGENAP HATIKU.”

“Then come with me, HE knows what’s the best for you, for your husband, your children, and for everybody who believes in HIM”

Ragu sejenak, namun sejurus kemudian si istri mengangguk terharu. Matanya berkaca-kaca, karena dia tahu, Tuhan pasti tahu yang terbaik untuk umat-NYA. Dan suami dan anaknya akan baik-baik saja dalam dekapan Tuhannya.

Diulurkannya tangannya, menyambut lembut genggaman sang malaikat. Lalu perlahan-lahan dia merasa tubuhnya menjadi ringan,… dan melayang…. Yaaa, dia melayang!!! seperti malaikat ini. Dan ketika menoleh kebawah, dilihatnya tubuhnya sedang terbaring telentang, dipeluk hangat oleh suaminya. Di sana, diwajah itu, ada dua butiran bening sebening kristal, yang menggenangi sudut matanya, yang belum sempat menetes ketika dia memutuskan untuk ‘pulang’.

Ah, jadi benar rupanya firasat suaminya, ini malam adalah terakhir buat mereka berdua.

Dan sejurus kemudian dia melihat suaminya yang terbangun lalu menjerit2 panik memandangi tubuhnya sendiri. Aneh, dia tidak lagi merasakan apapun, yang tersisa hanya rasa cinta. YA, dia merasakan cinta yang mendalam untuk lelaki yang sedang mengguncang2 jasadnya sambil menjerit itu.

Dan tubuh itu… wajah itu… begitu tenang. Wajah itu tersenyum, mungkin pada akhirnya dia tahu,… she was now graduating from this life…

And fly above, with her colorful wings.

* * *

Fiuhhh… Guys,… bagian akhir dari crita ini hanyalah fiksi belaka… but moral of this story is… “Please, love your love ones, and make sure that she/he knows that you love her/him”….

Lagu Freddy mercury ini mungkin bisa membantu anda mengingat seberapa besar anda sudah menyatakan cinta anda pada orang yang anda kasihi. Entah suami, istri, anak, ayah, ibu bahkan saudara, bahkan sahabat anda sekalipun.

Let’s Give our Love and Life to the fullest for our beloved.

Love them like there is no tomorrow. Hold them in your arms and tell them you mean it.

Salam hangat,

Silly, for sillystupidlife.com.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

27 Responses to “Love Me Like There’s No Tomorrow…”

  1. Popi says:

    aaah sillyyy. Sebelum baca posting ini, gw bikin posting tentang mama. Dan ketika membaca moral of the story of this story *halah*, i cried

  2. pandhu666 says:

    … wah . . .speechless saya. . .

    tulisan yang powerfull sekali…

    makin kagum nih saya sama tante satu ini…

    bikin novel dong tante, I’ll be ur fans lahhh pasti . . .^__^

    about the moral of the story…hmmmm

    “Please, love your love ones, —> yea I can do this…for sure . . .

    and make sure that she knows that you love her”….

    –> ahh…this is another problem I cant always solve..

    ^__^

  3. aRuL says:

    saya suka gaya berceritanya, dan membuat orang tentu akan menjaga baik2 pasangannya….
    so lovely….

  4. sez says:

    you don’t know what you’ve got ’till it’s gone..
    *tiba-tiba kangen pacar* :(

  5. dony says:

    hmmmmmm *spikles*
    *nangis segukan*

  6. Noer says:

    Intinya… SAYANGILAH pasangan kita saat ini, sebelum semuanya jadi terlambat :)

  7. Hmm…
    Sms seseorang akh…

  8. Eru says:

    Makes me want to go home to Bandung
    and hug my families and friends for real

  9. Gue baca ini tadi malem di ngerumpi.
    and.. langsung bobo pelukan sama suami gue.

    Thanks for reminding Sil!

  10. frozzy says:

    langusng baca lagi postingan ttg mamak dan bapakku… i miss them now..even more

  11. wiwikwae says:

    *terharu
    *baca lagi
    *terharu lagi

    *terpekur…

  12. AngelNdutz says:

    *berkaca²*
    bener mbak :(

  13. Dora says:

    Ijin copas yah jeng sil + ijin fotocopi buat dikasih ke suami biar dia baca!! hihihi

  14. andyan says:

    ini cuman fiksi ternyata
    senangnya…..

  15. lilliperry says:

    ah.. saya gak ngerti ngungkapin perasaan saya setelah baca ini.
    *merenung*

  16. Alil says:

    aaahhh silly…
    biarpun fiksi… cerita ini menyesakkanku..

  17. Domba Garut! says:

    Aku buru2 telepon si idung pesek di kampung lho lepas kelar mbaca blog entry yang ini.. alhamdulillah dia baik dan sehat2 aja meski repot urus anak2 :D

    Abis itu langsung coret-coret kalender cari tanggal tercepat untuk bisa mudik dan berada ditengah mereka :D .

    For those whose spouse and loved ones are just next to you – consider your situation a grat deal of blessing.

    Silly, hugs and kisses from West Africa, indeed. Thanks for this one!

  18. i will hug you forever in my heart, Sil.

  19. woelank says:

    menatap Silly

    Sil…

    (speechless)

  20. lia says:

    miss you .. miss your stories… been so long not come here…
    silly .. selalu dweeeeh crt2 nya touchy.. peyuk.. peyuk aja aaahhh…. :p

  21. om aswin says:

    Lagi2 aku netesin air mata, gini nih setiap mampir ke blog mu sil…ckckck

    It reminds me of something from the past.

    nice.

  22. zulhaq says:

    Ah, tetesan air mata kembali mengalir.saya telah lupa dan telah mengabaikan cinta.cinta pada dia dan mereka *ambil tissue perlahan*

  23. gA says:

    sebelum tidur, disms suruh buka link ini, disuruh baca kolom kedua..
    sukses nangis…mbak silly, makasih banyak..

  24. mi says:

    *speechless & crying*

    thanks for touching my heart

  25. purple_fairy says:

    “Then come with me, HE knows what’s the best for you, for your husband, your children, and for everybody who believes in HIM”

    ya, DIA lebih tau apa yang kita butuhkan, walau tidak semua yang kita inginkan dikabulkan NYA :)

  26. she says:

    ada satu hal yang saya tangkep dari artikel ini… bagian akhir itu fiksi??? awalnya berati fakta?? tunggu… jangan bilang kalo!! GOSSH!!

Leave a Reply