SPECIAL THANKS TO DAGIENKZ & TWEEPLES
SPECIAL THANKS TO DAGIENKZ AND ALL OF INDONESIAN TWEEPLE
FOR RT AUTISM
* * *
Dear Ari Dagienkz,
Mungkin ini gak penting buat mas Dagienkz, tapi apa yang mas Dagienkz sempat lalukan waktu itu,.. yang nge-twitting posting saya yang berjudul “knapa sih gak boleh pake kata autism”… yg kemudian di RT teman2 di twitter lagi dan membuat banyak orang membaca tulisan saya itu.
Cerita dikit boleh ya mas Dagienkz…
Awalnya sempat kaget juga karena secara bersamaan, tiba2 yang online di blog saya detik itu sampai 154 org!!!. Sengetop2nya blog ini… *benerin kerah baju*…. belum pernah ada yang online sampe 154 org dalam waktu yg bersamaan. Beberapa jam kemudian saya baru tahu kalau tulisan ini di retwit (RT) lagi sama mas Ari Dagienkz, dan TukangRoti, beserta beberapa teman2 twitter lainnya.
Untung saya masih sempat copy skrinsyutnya, buat saya posting disini sebagai ucapan terima kasih saya… walaupun itu dah cukup lama setelah mereda sampai hanya tinggal 56 org/detik.
Anyway,… kenapa saya capek-capek posting ini?… Cari perhatian kah?… Enggak kok, suer
Berani sumpah… demi almarhum Michael Jackson ataupun Idola saya Nikolas Saputra,… atau demi apapun… saya gak bermaksud cari perhatian sama sekali.
Saya hanya pengen ngucapin makasih juga ,… karena yang ini nih… *dibawah aja nulisnya yah*
Mas Ari Dagienz sudah membuat orang-orang yang tidak punya hati kayak gini…. jadi mikir berkali-kali dulu, jika ingin berkomentar yang sangat menyakitkan seperti yang dibawah ini…
From: autisto de gableko
http://woelank.co…archives/702“it’s silly pity miserably poor topic..
autis bukan urusan dialektik sosial euuy! Terserah masing2 individu mau klo tersinggung baca joke autisme. Rasional aja lah, emang semua orang bisa tahu klo lo, anak lo atau sodara lo autis, sampe musti hati2 pake kata autis?
Nanti klo baca buku bilang nitze gila lantas gw juga harus tersinggung karena emang bibi gw gila beneran?
Peran kritik sosial juga musti dikemas halus kaya berita kawinan? yang bener aja luh.. haha
Ini topik sih gw liat cuma menonjolkan narsisme, merasa autis lantas tersinggung klo ada yang bicara autisme.. segitunya perlu pengakuan ya para autisan?
Grow up dudes. People has their own problems, they just dont feel the necessity to complain with entire galactic!”
Ahhh, itu alasan kedua, kenapa gue posting ini, setelah alasan ucapan terima kasih untuk mas Dagienks.
Buat yang komen diatas itu… siapapun kamu yang komen diatas ini mas,…. saya berdoa semoga kamu tidak mengalami apa yang saya alami saat ini…
Semoga istri anda tidak akan pernah menangis karena anak anda tidak diterima di sekolah mainstream.
Semoga anda tidak akan pernah pusing melihat angka – angka yang bunyinya cuma kenal juta-juta doang… dari sekolah yang akhirnya mau menerima anak anda.
*As for you to know, having an autism child is a very expensive life… meskipun kami tidak pernah menyesali, karena kami sadar, selalu ada rejeki yang Tuhan titipkan bagi kami, jika kami mau menerima mereka sebagai berkat, dan punya hati yang humbledown…*
Semoga anda tidak harus menangis berdua manakala anda menerima lagi-lagi surat penolakan dari sekolah-sekolah padahal anak anda dinyatakan cerdas.
Semoga istri anda tidak pernah menangis melihat anak tercinta anda di bulliying oleh temen2 sebayanya, sehingga dia menjadi trauma bersekolah.
Semoga anda tidak akan pernah mengalami, anak anda pulang dengan pipi yang lebam karena digigit temannya… atau dagu yang berdarah karena dicubiti temannya sampai luka menganga.
Semoga….
Semoga…
Ahhh, terlalu panjang nanti daftar doa saya untuk anda… kalau semua semoga itu harus saya panjatkan untuk anda… Jadi saya singkat saja…
Semoga anda masih punya hati untuk setidaknya hold your mouth shut!!!… kalaupun anda tidak sepakat dengan himbauan kami.
Yes, I know… we all have our own problem… everybody has their own problem mas… but please… have a heart… At least jangan mengeluarkan kata2 yg menyakitkan kalaupun anda tidak suka pada himbauan kami.
Ok, mas dagienkz… gak tahu mesti ngomong apa lagi…
For you… that’s might be nothing, only a simple move… but for us… It means A LOT!!!
So, again, for mas Ari dagienkz and all of twitter people who is Re-twitting that posting… many-many thanks for that yah.
Mohon bantuan doanya… Semoga mata pemerintah terbuka untuk mulai menyadari bahwa 1 dari 150 anak yang terlahir di dunia saat ini, menyandang Autistik,… dan mereka semua butuh pendidikan yang layak bagi masa depan mereka.
Revisi dong Undang-undang Pendidikan dinegara ini… jangan cuma bikin Undang Undang Pornografi dan Pornoaksi, atau UU ITE, yang sangat tidak berpihak pada rakyat.
Mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan mas.
Salam hangat and May God Bless U all,
-Silly-
~A Simple thing, could be nothing for you… but can be a whole world for others.
So never stop spreading your love and empathy for your surroundings~.













waah… mbak… terharu baca postingnya… yang tegar ya mbak…:)
*ppsstt… saya juga gak suka tuh ma orang itu… lagaknya itu lho! sok ngartis banget! padahal lagi jalan2 ke ITC aja… belagak kaya’ semua orang HARUS kenal dia!
Lo emang biangnya mbak.
eh, mbak… kayaknya harus dikoreksi deh… bukan mas ARi yang ngomong… Ada org yang komen kayak gitu, tapi karena di twitting sama Mas Ari Dagienkz, akhirnya jadi banyak yang baca curhat gak penting saya itu…
dan mengurangi orang2 yang komennya seperti yang diatas itu….
Kayaknya mesti saya kasih disclimer apa yahhh…
Mas Dagienkz… maaf yah, kalo ada yang salah nangkep… *sungkemmm*
waktu iTu aku tau ini blog kan, dari thread na Ari dagienkzz di Plurk…
@ujha:
Hehehee… iya, makasih yahhh… saya seneng banget, sumpah… mungkin buat orang lain, gak penting banget…
Tapi buat saya,… it means a lot… karena mengurangi org2 yang komennya nyakitin kek diatas itu…
dan juga membuat pemerintah jadi mulai menoleh dan mikirin nasib anak2 yang punya kebutuhan khusus… yang kemana2 suka ditolak karena sekolah tidak tahu gimana handlenya.
Kalo Dunia pendidikan kita mulai melek, bahwa jumlah anak Autistik di Indonesia dah makin banyak… gue rasa pemerintah pada akhirnya akan mikirin Undang2 yg bisa ngasih sedikit “angin segar” untuk org tua2 yg punya anak autis
makasih ya Ujha…
aduh sil…
aduh…
ga bisa komen dah gue…..
He’s right actually.. Its a choice for everyone.. And what we have choose shows who we really are to the world.. And that commentator just already shows him..
sejujurnya..sebelum membaca postingan-postingan mbak silly tentang anak autis, saya masih belum paham sejauh mana dampak memiliki anak autis, bagaimana sih keseharian anak autis.postingan-postingan mbak bener-bener membuka mata saya. waktu saya cerita ke suami (dulu dia sering pake kata autis tidak pada tempatnya), dia langsung diam lama sekali. sejak saat itu saya tidak pernah dengar dia berkata seperti itu lagi
Amiiin..
(cozy)
mba silly sabar yaaaa…ocha ampe ngga bisa bilang apa-apa…soalnya sodara jauh ocha ada yg seperti anak mba…mamanya sering banget curhat ke ocha gimana anaknya di-bully kalo di skul, sampe akhirnya mutusin buat home-schooling aja…duh!
(
I do believe using a person’s condition or some kind of disorder or whatever it is as jokes are soooo insensitive.
Ya Tuhan Sil, siapa yang berani ngomong gitu sama kamu. Sini tak pentung kepalanya. Belum kenal saya dia rupanya.
Ya sudah sil, kamu perempuan hebat. Soal undang-undang pendidikan itu, nantilah aku bilangin sama om2 kau yang di gedung sana itu.
Sabar ya nduk.
Sebenernya tulisan mb silly juga sudah di-copas dan di-sent dari milis ke milis..
Waktu itu pernah dapet email broadcast dari milis yang isinya tulisan mb silly ttg autism itu.
Semangat terus mb silly
You’ve been heard.
@woelank :
Hehehe, makasih lank… gpp kok, gue beneran posting ini untuk ngucapin makasih, sekalian ngasih tahu supaya mas yang gak terima akan himbauan ini, bisa ngerasain yg org tua lain rasain.
@Manusiasuper :
Yes, indeed…
@Nazieb :
Amien too
(cozy)
@neng oCHa :
Iya, anakku pernah dicubitin pipinya sampe berdarah…. jadi sempat trauma gak mau sekolah…
bekas kukunya nancep dalam banget dipipinya soalnya
@Eka Situmorang – Sir :
Iya, gak punya perasaan aja sih. Gue sih gak marah, cuma menggugah kok. Kalo org ga terima… cuma berharap they will kept their mouth shut… ketimbang komen yang ngakitin…
@Roy :
Ehhh, om Roy… akhirnya saya tahu di Instansi mana Om Roy kerja… Maaf kalo kemarin2 manggilnya mas Roy aja… Gak tahu soalnya. Abisnya alamat emailnya gak jelas dimana, hihihihi… skarang udah tahu…
Makasih soal mo nitipin undang2 pendidikan itu om… sebetulnya dah lama diperjuangkan oleh teman2 saya sekomunitas. tapi kayaknya belum berhasil deh. Makasih kalo emang mo dibantu ngomongin…
*menjura dalam-dalam*
Silly, speechless saya. You’re trully blessing woman my dear. Semoga silly dan suami selalu diberi kekuatan untuk terus mengusahakan yang terbaik untuk Anya. You both are the Chosen. Berbahagialah.
And Silly, saya yakin sekali kamu dipilih Tuhan untuk ini, menyuarakan suara-suara mereka yang mungkin tidak terdengar.
Nice post and nice way to show your gratitude, as usual.
eh dah lama gak ke sini
, masih percaya itu kan?
kamu diberkati sil
believe me, mereka suatu saat akan mendengar
*sok bijak banget*
ih, sumpah! pengen gue iris2 itu orang yang ngasih komen, pake piso plastik trus dikasih jeruk nipis! *emosih emosiihh*
anyway jengsil, rasanya dunia butuh lebih banyak orang seperti dagienkz ya
Dear Silly,
Aku juga sempet ngalamin yang namanya penolakan masuk sekolah di mana2, baik sekolah umum, SLB ataupun sekolah khusus.
Alasan dari sekolah2 umum : “anak ini khusus, bu. tak bisa sekolah di sini”.
alasan dari SLB (C) : “anak ini masih terlalu biasa untuk bisa masuk ke SLB.”
dan alasan dari Sekolah khusus : “anak ini masih terlalu pintar untuk masuk sekolah ini.”
Mamaku sampai nangis2 di depan guru2 pewawancara di sekolah khusus itu, “di mana2 ditolak, mau sekolah di mana lagi???”
Akhirnya diterima di sekolah khusus dan aku sekolah di sana sampe tingkat SMP.
Waktu penerimaan SMU, kejadian yang sama terulang lagi.
Di sekolah yang terakhir, Guru pewawancara mengatakan “kami beri dia percobaan setahun di sekolah ini.” setelah kami balik lagi untuk mereka rapat mengenai penerimaanku.
Dengan nilai serba 5 di rapot untuk cawu 1 dan 2, pengambilan cawu 3 Mama bilang “kalo sekarang kamu ga naik, gpp. Namanya masa penyesuaian, ga masalah ngulang setahun lagi”. dan Wali kelasku, yang juga pewawancara itu, mengatakan “Anak ini bisa (mengikuti) kok, bu! Kami putuskan untuk menaikkan dia ke kelas 2, mudah2an nanti di kelas 2, nilainya bisa lebih bagus!” dengan angka serba 6 di rapot! (TQ Bu Sita!)
Untungnya masuk kuliah, mereka ga mempermasalahkan “kekhususan”-ku dan lebih memperhatikan kemampuanku (TQ Pak Ilyas dan Pak Odo).
Jadi setuju sekali untuk menekan pemerintah supaya lebih memperhatikan pendidikan umum maupun khusus.
Dan Silly, like my mommy up till now, KEEP FIGHT!!!
Halo mba’ silly.. Kalo boleh jujur saya ngga baca tulisan mba’ silly sampai habis.. Saya ngga’ kuat mba’..saya anaknya terharuan hehehehe Dan saya juga tau tulisan ini dari orang ngasih link ke saya.. Trus saya teruskan ke yg lain.. So don’t thank to me I just do what should people do..
Orang2 berpikiran pendek seperti yg ngasih komen itu pasti banyak dan menurut saya dimaafkan saja karena mereka adakah orang yg tidak tau ya mbak yah.. I don’t think we can make everybody happy rite? Salut untuk mbak’ silly.. GBU
ahhh.. finally orang yang ‘berkepentingan’ membacanya. doamu terjawab, jengsil
Mbak Silly…..
Orang yang komen kaya diatas itu PATUT DIKEBIRI!!! AYO MBAK, KITA SUNAT AJA SAMPE TIGA BELAS KALI!!! SAMPE NGGA BERSISAAA!!!
ATAU SINI SAYA YANG HAJAR AJAAA!! TAK GENDONG TERUS TAK LEMPAR DI SUNGAI AMAZON… BIAR DIMAKAN PIRANHA SAMPE NGGA BERSISA!! ATAU KITA ARAK KELILING KAMPUNG (TAPI KEPALANYA DOANG) BADAN DAN ANGGOTA TUBUH LAINNYA BIAR BUAT ANJING TETANGGA SAYA AJAA….!!!
JADII…. SETUJU NGGA MBAK??
Hehehe… Yang sabar ya Mbak… Seperti kata pepatah lama “Orang gila jangan didengerin!!!”
@Ari Dagienkz:
Hallo mas dagienkz… makasih dah mampir, hehehe…
Gpp, gak baca tapi dirimu ikut menyebarkan, jadi orang makin banyak yang baca, dan makin banyak yang mengerti apa itu autisme…
Dan setidaknya mereka tidak lagi mencibir ketika ada org lain diluar sana yang mengumandangkan gerakan stop using that words on our daily jokes.
Kamu lemah lembut dan rendah hati sekali yah… Dimaafkan?… iya pasti dong, masak mo dimusuhin… hehehee..
Tapi kalau saya menggugah hati mereka dengan tulisan gak papa khan?
Again makasih dah mampir, dan kali ini ninggalin jejak
Halo mba’ silly lagih… saya udah baca sampe abis tulisannya akhirnya… hehehehe
Pagi mas Dagienkzzzzzzzz…
Ahhhh, dirimu bikin terharu ajah pagi2, hehehehe… makasih yah, semoga hari ini kak Dagienkz full of blessings yahhh
Salam,
-Silly-
Mbak Silly yang baik & sabar (bangets), aku juga mau minta ijin copy-paste tulisan Mbak yang tentang “Kenapa sih ga boleh becanda pake kata autis lo!” untuk aku reposting di blogku, ntar aku kasih link ke blog Mbak juga. Aku cuma bisa bantu nyebarin aja. Mohon di ijinkan ya, Mbak.
Maturnuwun
Mbak Silly yang baik & sabar (bangets), aku mau minta ijin untuk reposting tulisan Mbak yang tentang “Kenapa sih ga boleh becanda pake kata autis lo!”. Aku mau copy-paste tulisan itu di blog aku & ntar aku kasih link ke blog Mbak juga. Aku cuma bisa bantu nyebarin aja, smoga banyak yang sadar & tercerahkan abis baca tulisan ituh. Mohon di ijinkan ya, Mbak…
Maturnuwun
Silly …
Gue sayang banget sama lo, dan gue sayang banget sama Anya. Gokil-gokil gini gue kenal sholat, dan gue janji akan ada doa yang gue selipkan untuk kebahagiaan, keselamatan, dan keberanian serta kekuatan lo dan Anya…
Love you Sill..and yes Anya my dear, i love you too…
..wew baru baca ni,
ahh topik sejenis udah pernah saya baca, lagi lagi memang mengiris hati,
terusterang sejak awal adanya idioms ini, sya emang ga gitu suka, bukan karena saya tau rasanya, bukan juga karena alasan pribadi satu dan lainnya, it’s just doesnt feel right..
sementara dikandang tempat saya nyari duit, banyak bener kata2 itu keluar, entah berasa keren ato karena memang bagi mereka hanya sekedar becandaan, even si mantan saya aja ngatain saya gitu akibat saya doyan online ampe pagi (loh..curhat?)
pernah saya berusaha ngingetin org di kandang saya, singkat aja..”eh…jangan pake autis2an napa..”, berusaha sebiasa mungkin, even respon yg saya terima emang rada pedes…
*hati mengumpat…dasar cewe!!*
intinya…saya rasa saya butuh postingan mbak silly yg satu ini buat ngingetin orang2 itu…
kalo boleh, mo saya pinjem mbak…
^_^
dan buat..
From: autisto de gableko
http://woelank.co…archives/702
ha ha ha
saya nggak mengumpat orang ini lah,
“Peran kritik sosial juga musti dikemas halus kaya berita kawinan? yang bener aja luh.. haha
Grow up dudes. People has their own problems, they just dont feel the necessity to complain with entire galactic!”
*yea i got ur point lah… dunia emang ga seindah dongeng sebelum tidur, dan berkeluh kesah memang kadang percuma*
— tapi….
“Ini topik sih gw liat cuma menonjolkan narsisme, merasa autis lantas tersinggung klo ada yang bicara autisme.. segitunya perlu pengakuan ya para autisan?”
*somehow… kalimat diatas ini memang bikin ubun2 gw anget…*
— tapi seneng juga ngeliat tanggepan mbak silly…
Semoga…
Semoga…
Semoga…
*in the end… masa sih tu orang ga terketuk juga?*
udah ah
maaf mbak klo sampah saya lebih banyak dari postingan mbak silly..
abisan betah disini..
salah siapa coba?
^__^
Hi,
I have already seen it somethere…
Have a nice day
duhh kenapa yah ada orang yg ga punya rasa empati ke orang lain!!
Begini yah mas/mba/pak/bu/kak/de/om/tante/nek/kek *lengkap deh tuh*
kalo anda ga suka sama cerita orang lain AKAN LEBIH BAIK SEKALI KALO ANDA TUTUP MULUT AJA!! karna orang lain juga kayanya GA PERLU DENGER KOMENTAR ANDA YG AMAT SANGAT MEMBANTU ITU!! ibaratnya nih ya orang lagi jatuh trus anda tibanin Tangga!!
pepatah yg bilang DIAM ITU EMAS .. itu benar sekali
saya sendiri lebih setuju untuk Diam daripada berkomentar yg akhirnya bisa menyakiti orang lain..atau mungkin kalo pun tidak Diam saya akan memilih kata-kata yg tidak akan menyakiti orang..
semoga Doa Silly untuk anda menjadi kenyataan, karna orang-orang seperti anda jika mengalami hal yg seperti Silly alami belum tentu akan sekuat dan setabah dia!!
*gemes banget deh sama orang model begitu*
sory OOT:
…ada yang lucu pada kesalah pahaman komen paling atas..
*senyum senyum*
@Pandhu:
Apaan sih?… komennya si Zoran yah… hihihi… keknya bule nyasar deh itu, cuma gak ngerti mo ngomong apa, trus ninggalin pesen gak nyambung… qiqiqiqiq
bukan mbak..
komennya ..
By: de2via
yang psst…psstt… blah blah..
blah..blah blah blah…
diakhiri dengan..
“jalan2 ke ITC aja… belagak kaya’ semua orang HARUS kenal dia..”
*lucu buat saya, mungkin engga buat yg laen*
^__^
Mba, lagi2 aku hanya bisa ngucapin makasih karena dirimu menuliskan ini dengan sangat apik….That’s absolutely right. Tentang yang komennya “indah banget” itu, haha…sudahlah…..Dia tidak tau apa yang sebenarnya dia cibirkan…salah satu anugerah punya anak special needs adalah: kita orang tua harus extra usaha untuk menebalkan telinga dan manabahkan hati. Bukankah itu luar biasa? Tuhan mendidik kita dengan caraNya yang cantik, semoga kita menjadi lebih bersyukur karenanya…
By the way, Daffa, 4 tahun 4 bulan,sudah mencoba sekolah di EMPAT tempat! Coba, luar biasa bukan? Anak lain ,kecil kemungkinan punya “kemewahan” seperti itu. Kenang-kenangan seragamnya banyak sekali, Play Group melulu pula, belum naik kelas juga dia hahaha…Yah, kalo ga di bikin riang begini, pasti rasanya berat sekali. Tetap semangat ya Mba…titip sun untuk si cantik Anya.
*aduh mau nangis*
pasti orang yang ngasih komen ‘cantik’ itu ga pernah punya teman yang betul2 sayang sama dia deh.. jadi ga tau berempati sama orang lain.
didoain aja, mbak.. supaya hidupnya senang terus. supaya ga pernah ngerasain gimana rasanya ‘cuma’ bisa nangis dan berdoa, sementara didalam sana orang yang dia sayang lagi ditusuk selang ini, dimasukin selang itu. berkali-kali..
@Eveline:
Tenang mbak… tenang, hehehe. Iya kok, aku sih rasanya udah yang paling santai menanggapi omongan2 miring kayak diatas. Kalo saya pikirin, atau saya simpan jadi dendam… mungkin saya udah blog IP Adressnya, saya umumin ke mana2 dan masih banyak lagi yang bisa saya lakuin, termasuk memaki2 balik.
Tapi tidak saya lakukan, karena saya tahu, memaki orang balik, membuat saya juga sama buruknya dengan mereka bukan? Padahal kita semua tahu, semua orang tua anak autism adalah orang2 yang terpilih… jadi kalau kita berbuat demikian, bukankah ini berarti kita melukakan hati Tuhan?
Soal berbuat baik… iya mbak, makasih masukannya. mungkin tidak perlu saya tulis disini apa yang sudah saya lakukan, iya khan mbak?
Ohya, sampe sekarang, belum ada satupun TV dirumah saya yang LCD loh, hahaha… dan HP saya, juga masih yang N73 jaman baheula itu bu, ketika kita pertama kali contact2an, hihihi… 2005 kalo gak salah ya
Tidak apa-apa… saya senang kok mbak, sebagai sesama teman memang kita harus selalu saling mengingatkan
SAlam sayang untuk Gerald yah…
*hugs*
silly
Dear mbak Silly……
kebetulan hari ini saya buka forum ngobrol-ngobrol kantor, n ada yang bilang gw berasa autis nih kalo lagi sibuk kerja, terus teman-teman yang lain pada marah, n ada salah satu yang ngasi link blog mbak.
Honestly, gw termasuk salah satu orang yang pernah menempatkan kata itu tidak pada tempatnya, dan setelah membaca blog mbak silly, saya bener-bener menyesal…..
ijinkan saya untuk memposting link blog mbak di facebook saya sebagai permintaan maaf saya…..
You are an ordinary mom with an extraordinary love……….
Tetap semangat mbak……. God Bless you and family.
salam kenal ya mbak