Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata “Autis Lo!”?

Teman-teman mungkin tahu mengenai gerakan Stop Autism On our daily Jokes bukan?. Nah, tidak adil rasanya jika kami hanya menghimbau dan menghimbau tanpa menceritakan mengapa kami terkadang suka resist dan mudah tersinggung menanggapi becandaan ini.

Sooo, here you go. :)

* * *

Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata “Autis Lo!”?

written by: Silly on http://sillystupidlife.com
also posted http://ngerumpi.com

and http://silly.blogdetik.com

* * *

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,…  reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed.

Kebayang gak?…

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii… :(

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan.

Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!!

Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. :)

Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.

Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak.

Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!!  *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku.

Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya.  Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu…  :( ( :( ( :( (

AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan…  Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… :(

Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :( (

Aku menjerit sekencang-kencangnya…

Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif.

Begitu anakku segera tertangani…  tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter…  porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh.

GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…

Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.

Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.

Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman.

Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”

Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang.

Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal.

Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.

Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku. :)

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh* : ( : ( : ( : )

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan  tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

Just my two cents :)

-silly-

* *

Tags: , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

75 Responses to “Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata “Autis Lo!”?”

  1. yanti rinaldo says:

    dear Silly
    saya jg tdk setuju dengan candaan seperti itu dgn memakai kt Autis, kadang kala saya slalu mendengar candaan itu saya slalu melarangnya,saya seorang ibu rmh tangga yg terpanggil untuk menjadi volentir di sebuah sekolah Autis selama 7 th dan sekarang di sekolah tuna rungu jg sdh 7 th,jd saya amat sedih jika ada seseorang memaki atw bercanda dengan kt2 Autis,goblok,bego,budek,gila,hati ini jd teramat sedih,mdh2an suatu saat nanti tdk ada lg orang2 yg menggunakan candaan yg benar2 tdk lucu itu,jangan pernah berhenti mencintai,bersemangan Tuhan slalu bersama kt Amin

  2. antown says:

    iya, memang tidak boleh memakai kata-kata itu. Issue ini saya dapat sejak beberapa bulan yang lalu dimana salah satu blogger akhirnya mengganti teks “AUTIS” yang ada di headernya. Barangkali yang lebih tepat dan aman adalah unik. Yup, kata autis diganti “unik”. gimana mbak silly?

  3. yayi says:

    Semoga Mbak silly selalu diberikan kekuatan :)

    Mbak silly tenang aja..suatu hari mereka pasti mengerti kalau Anya itu bukan “rada aneh” atau “agak gila dikit” tapi Anya itu spesial..Pasti Mbak silly juga bisa menemukan sekolah yang tepat buat Anya (setau gw emang ada sekolah yang tepat buat anak2 spesial seperti Anya)..Dan pasti, suatu hari Anya akan mendapatkan tempatnya di masyarakat. Selama Mbak silly ga menyerah, selalu ada harapan buat Anya..Tetap kuat dan semangat yah :)

    Maap baru bisa bales komen, kompi gw nge-hang mulu.. :)

  4. Sari says:

    Hiks…Mbak Silly, aku nangis tanpa sadar…
    Mbak Silly Ibu yang hebat & temen Mbak yang becanda bawa2 autis itu kok yaa bisa ngomong kayak gitu…
    Duhhh…aku masih belajar untuk menancapkan kata2 “TUHAN ITU ARSITEK YANG AGUNG” di otakku sampe sekarang, memahami dalam tindakan konkrit, aku masih suka mempertanyakan kenapa begini, kenapa begitu…
    Tetap Semangat, Mbak !!!

  5. Lenna says:

    Dan aku pun persyukur memiliki Nino dalam hidupku.
    Thx to share sill.. ;)

  6. woelank says:

    sil sil…
    ada yg debat tuh ditempat gue soal kata autis ini.
    terkadang susahnya org yg sudah terlalu terpelajar dan kritis ketika diberitahu soal hal ini akan mencari cara supaya bisa membalikkan keadaan mengapa kata2 yang lain tidak dipermasalahkan juga.

    apalagi buat mereka2 yg mungkin sudah terlalu hebat sampai setelah membaca tulisan kamu ini semakin beranggapan bahwa keputusan untuk tdk mempunyai anak itu sudah sangat2 tepat, jadi mau ada kata2 apapun juga ga akan berpengaruh ke mereka, lha wong mereka ga akan ngerasain kan….

    salam buat anya yah, rajin2 maen piano n gambarnya, udah mulai belajar bahasa indo sedikit2 kan…

  7. Mata gue berkaca – kaca
    Sil.. u r a great mom !
    I dunno what kind of process that can make u mature, strong and patient at the same time.

    Key.. i got ur point !
    I shall spread d campaign !
    Stop it… Stop using the word Autis in daily joke.

  8. Silly says:

    @OchaOcha :

    Ahhh, sumpah terharu… makasih yahhhh :)

    @gre :

    Aminnn, saya juga berdoanya demikian pak :)

    @nandez :

    thanks banget yah, udah mau mendukung gerakan ini. :)

    @nandez :

    Link: http://puterakembara.org.

    @GiE :

    Hehehehhe, makashi nya :) )

    sama sama bu…

  9. rinita says:

    aku lammmaaaaa banget nggak baca blog Silly…begitu baca ini kok mbrebes mili ..duh…..Insya Allah ..Silly selalu diberi kekuatan dan ketabahan…….

    Peluk Silly…..dan juga titip sun untuk Anya…

    Anya …ajarin bude bahasa Inggris dan piano dong……..:-))))))
    mbayangin Anya langsung stress…..hi hi

  10. Mutia says:

    mbak silly, aku minta ijin pake linknya di status FB aku ya..

    suka gerah ama orang2 yang sering becandaan pake kata AUTIS!

    semangat mbak! ;)

  11. [...] tapi apa yang mas Dagienkz sempat lalukan waktu itu,.. yang nge-twitting posting saya yang berjudul “knapa sih gak boleh pake kata autism”… yg kemudian di RT teman2 di twitter lagi dan membuat banyak orang membaca tulisan saya [...]

  12. kungfinity says:

    Wow…anda memang luar biasa mbak.

    Saya salut dengan perjuangan anda sebagai ibu.
    Anya beruntung mendapatkan ibu seperti anda, dan anda beruntung mendapatkan putri seperti Anya. Tuhan memang menciptakan makhlukNya dengan berbagai rahasia di dalamnya. :)

    *peluk sayang buat Anya

  13. deean says:

    Salam kenal, aku juga mama dari farrel, 7 th, autis.
    Thx for sharing. Ngerti banget bgm rasanya….:)

  14. Indah says:

    Hi Mbak! Salam kenal.. :) Aku udah lama baca post ini tapi baru sempet komen sekarang. Aku terharu baca post ini, semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan kepada Mbak.. :) Sejak baca post ini, aku semakin kenceng meneriakkan “Stop Autism on Your Daily Jokes” walaupun tetep aja ada beberapa orang yang masih keukeuh menyatakan “It’s just a joke, ngga ada maksud memperolok” atau “Kata2 itu ngga bermakna, manusia yang memaknai” and the likes.. :( Sedih sih, tapi yah yang penting aku udah berusaha mengingatkan. Anyway beberapa hari yang lalu aku liat sebuah page di Facebook tentang band yang bernama “Act Autism”. Aku ngga tau kenapa mereka menamakan diri mereka seperti itu.. Apa Mbak sudah pernah liat?

  15. silly says:

    @Deean:

    hai mbak Deean,salam sayang baut farrel yah :)
    *hugs*

    @Indah:

    Masa sihhh… ada gitu yang bikin band kayak gitu? Tega bener sih. Ah, tapi biarin aja deh.., nanti kalo ada waktu kapan2 aku check deh. aku cari linknya nanti yah

    thanks banget infonya, and thanks for your prayer :)

    *peluk-peluk*

  16. Ipul says:

    Mbak Sil..
    saya sungguh kagum sama cara mbak memandang setiap masalah..tidak pernah mau menjatuhkan vonis pada Tuhan…dan seperti yang saya yakini, Tuhan itu seperti apa yang kita sangkakan..

    salut..tetap semangat ya mbak..Tuhan memang tidak pernah salah dalam menciptakan sesuatu..

    btw: saya juga membaca ceritanya sampe abis..:)

  17. [...] by: Silly on http://sillystupidlife.com also posted http://ngerumpi.com [...]

  18. [...] This post was Twitted by ecp31 [...]

  19. Rangga says:

    Fuihhh…. benar-benar artikel yang bagus… melihat sudut pandang anak autis dari sisi yang positif, dan mengingatkan kita bahwa kita dilahirkan di dunia Tuhan memiliki tujuan yang khusus dan penting, dan semua ciptaaNya bukan lah hal yang sia-sia.

    Aku bukan seorang yang autis, tapi aku pernah menyesali mengapa keluarga kami tidak utuh (cerai) dan aku sangat sebal dan komplain dengan Tuhan mengapa ini semua yang harus terjadi pada diriku!

    kami hanya hidup ber-tiga dan ibuku banting tulang hanya untuk dapat bisa menyekolahkan anaknya paling tidak sampai lulus SMA. Aku termsuk orang yang introvert (tertutup) dan pada masa SMA aku benci pada kehidupan ku.

    Tapi setelah aku lulus SMA dan mulai bekerja, aku sangat bersyukur pada Tuhan karena rahmat dan berkatnya tidak pernah berkesudahan. Dan aku belajar untuk bersyukur atas hari-hari yang Dia berikan kepadaku.

    Seandainya keluarga kami utuh, mungkin aku tidak mungkin mengalami/menikmati pengalaman-pengalaman yang berharga, dan ilmu-ilmu yang sangat berharga atau aku tidak mungkin ada di-Jakarta, aku banyak belajar dari kehidupan ku snediri, hingga akhirnya aku bisa kuliah, dan memiliki barang-barang yang dulu aku bermimpi pun tidak berani.

    Tuhan tahu apa yang dia akan berikan pada anakNya, tinggal kita tunggu dan bersabar, banyak bersyukur.

    Dan saya merupakan orang yang tidak menganggap rendah orang autis, karena orang autis memiliki potensi yg banyak, dan bisa di bilang lebih pintar dari orang normal. Dan banyak sekali contohnya orang autis yang sukses.

    Maju terus yah mbak Sily.. kalau ada kegiatan Teman-teman autis kabar-kabari saya yah.

    Tuhan Berkati.

  20. lovelyfla says:

    mbak Sil, udah beberapa kali mampir ke blog ini tapi baru nemu tulisan ini setelah googling Stop Using the word Autism for our daily jokes.
    Ternyata walaupun sudah banyak kampanye tentang itu masih banyak juga yang belum mengerti. Saya ijin kopas di note FB ya, pasti disertakan link-nya kok. Terima kasih.

  21. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by kindy21: Stop Using Autism on our daily jokes http://bit.ly/5Vr8c...

  22. fent says:

    Setujuu :) Stop Autism On our daily Jokes!
    Tmen2 fent ada beberapa yang suka kya temen mbk silly. hhu :(
    ijin copas ceritanya bole mbak…
    pengen share ke tmen2 fent…

  23. [...] untuk mengejek salah seorang bintang tamu. Gak berapa lama kemudian, gue menemukan postingan Mbak Silly yang memprotes penggunaan kata [...]

  24. agung leksono says:

    saya sangat jauh terlambat … pada saat membaca email dari teman yang berisi forward email tentang “Stop Using Autism in our daily jokes” by SiLLy .. langsung saya simpan tulisan tersebut karena takut hilang karena sangat menggugah ..

    kemudian saya forward lagi ke teman-teman yang lain … karena menurut saya tulisan anda sangat luar biasa … saya hanya pemerhati karena saya kerap melihat orang tua yang memiliki putera dan puteri yang mengharuskan mereka untuk memberikan “penanganan khusus” seperti halnya Autistik. Sangatlah tidak bijak jika kita menggunakan istilah tersebut sebagai sebuah sarana untuk tertawa dan bahan untuk canda gurau. mengingat “penanganan khusus” bukanlah hal yang mudah …

    mohon maaf jika saya mengutip tulisan “Stop Using Autism in our daily jokes” by SiLLy sebagai tautan untuk teman yang lain ..

  25. tyan says:

    mbak sil, aku belum baca di ngerumpi tulisan ini, aku tadi lg gogling nyari gerakan anti autism for dail jokes karena sudah muak dengan beberapa status teman di facebook, ijin kopas ya mbak kusertakan linknya

Leave a Reply