Teman-teman mungkin tahu mengenai gerakan Stop Autism On our daily Jokes bukan?. Nah, tidak adil rasanya jika kami hanya menghimbau dan menghimbau tanpa menceritakan mengapa kami terkadang suka resist dan mudah tersinggung menanggapi becandaan ini.
Sooo, here you go.
* * *
Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata “Autis Lo!”?
written by: Silly on http://sillystupidlife.com
also posted http://ngerumpi.com
and http://silly.blogdetik.com
* * *
Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed.
Kebayang gak?…
Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan.
Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!!
Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.
Ahhh, sudahlah… life must go on anyway.
Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.
Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak.
Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*
Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku.
Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :((
AAAAAARRRRGGGHHHH…
Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan…
Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((
Aku menjerit sekencang-kencangnya…
Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif.
Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.
AKU PINGSAN!!!
* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh.
GEDEBUK!!!…
Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.
Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.
Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.
Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.
Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman.
Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”
Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.
Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang.
Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.
* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.
Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal.
Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.
So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.
Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.
Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”
Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*
![]()
![]()
![]()
Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.
Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.
Just my two cents
-silly-
* *







Add some information about yourself here.
70 Comments so far
Leave a comment
Daffa juga pernah bocor jidatnya gara2 manjatin kursi
tetap semangat ya mba,wah….salut banget nih aku, tetap konsisten dalam dietnya Anya…Sun buat Anya…peluk mba Silly…u r the best…
By madaff on 07.09.09 12:06 pm | Permalink
hi mba silly, lama tidak membaca blogmu.
kemarin jg aku di tag oleh seorang teman ttg STOP USING AUTIS WORD IN DAILY JOKES dan saya sangat setuju. mudah-mudahan, seingat saya, saya tidak pernah menjadikan autis sebagai bahan candaan karena saya tau bagaimana perjuangan seorang ibu yang anaknya menderita autis. saya banyak membaca dari forum2 lain ttg autis dan sadar bahwa ada kata2 lain yang bisa dijadikan jokes. untunglah ada teman2 yang mulai sadar dan tidak menggunakannya lagi.kalaupun ada di kitaran teman2 saya menggunakan kata2 itu pasti akan saya tegur.
tetep semangad ya mbak!!!
Bintang
By bintang on 07.09.09 1:53 pm | Permalink
” temen ente yg ngomong macam itu, pengen kepalanya bocor kali, sill..
.. ”
gak punya otak banget sih !!!
tetap tegar ya ..
i support ya ..
By warm on 07.09.09 2:52 pm | Permalink
I can’t say i know what u’re going through, sil…tp yg pasti aku mgkn ga akan sanggup…bahkan aku seringkali kehilangan kesabaran ngadepin anakku…kamu hebat ya sil…hebat sekali… ^__^
ternyata benar, anak2 dgn kebutuhan spesial jg diasuh oleh orang tua yg sangat2 special..just like you…
semangat ya sil….ga usah peduli sama omongan miring apalagi sama becandaan yg lucu kyk gt….be proud of urself…^__^
By Ninta on 07.09.09 2:56 pm | Permalink
[...] by: Silly on http://sillystupidlife.com also posted http://ngerumpi.com [...]
By Perempuan, perempuan dan perempuan » Perempuan dan Gerakan Stop Autism On Daily Jokes on 07.09.09 4:05 pm | Permalink
panjang bener yah ceritanya
penuh tuangan emosi di balik cerita ceritanya
uppss, bacanya belum kelar dah main komen komen aja niy *dasar orang sinting*
yaudah, baca lagi ah kelanjutannya, ntar komennya di lanjut ha ha ha
By Zulhaq on 07.09.09 4:49 pm | Permalink
@madaff :
Ohya? Daffa juga?
Wahhh, kasihan yah daffa. Semoga dia sekarang sudah jauh berkurang yah. Anya sekarang sudah jauh lebih stabil. Cuma kalo lagi excited, dia bisa ngucapin kata yang lagi dia suka… 1000x dalam sehari, hehehe
@bintang :
Hiiiii bintang
Makasih yah udah mampir lagi kesini.
Iya nih, aku juga jarang2 update blog, tapi sekarang udah mulai diaktifin lagi nulisnya
Makasih udah mampir sini lagi yahhh
@warm :
Ahhh, senangnya… makasih mas warm
@Ninta :
Thanks ninta… kamu juga gak kalah hebat kok… you’re the best. Membesarkan anak seorang diri itu tidak mudah, sama2 juga butuh kesabaran.
So, kamu juga sama, Special Mom
*hugs ninta*
@Zulhaq :
Hehehehe… soalnya kalo pendek2, takut pesan yang mo disampein, nyampenya juga setengah2… dan akhirnya gak ketangkap dengan baik esensinya.
By Silly on 07.09.09 5:00 pm | Permalink
wowwww, saya sangat kagum!!!
bukan hanya karena membaca tulisannya, tapi lebih karena menyimak perjuangan seorang ibu yang luar biasa. kejadian mengharukan, kejadian yang mengakibatkan anak tercintanya harus di bawa ke RS, tapi begitu kuat dan tegarnya seorang ibu dalam menghadapi itu semua. kasih sayang ibu memang sepanjang masa, sepanjang perjalanan, sepanjang perjuangan. Dan anaknyapun sangat luar biasa, mengalami kejadian seperti itu berkali2, tp tidak ada tangisan dalam yang mengisyartkan bahwa dia mengalami trauma atau rasa takut dari kejadian itu. dia justru tumbuh dengan lebih kuat di banding anak2 pada umumnya. dan mungkin dari kejadian2 itulah, kelebihan yang dia memiliki semakin tumbuh dan tumbuh lagi!!!
semoga segala sesuatu yang selalu membawa pada kebaikan serta keberuntungan…
*menetekan air mata*
By Zulhaq on 07.09.09 5:07 pm | Permalink
dan yang lebih luar biasa lagi, demi terlaksananya acara uLTAH dengan baik, rela menahan emosi walau dengan senyuman kecut. benar2 sikap yang bijak, sikap yang patut untuk di contoh dan di amalkan!!!
saya juga sering menggunakan kata autis itu di saat becanda
tp beberapa kali baca artikel serupa, sayapun memutuskan untuk tidak mengucapnya lagi dalam kata candaan. karena memang sangatlah berat dalam kondisi itu
dan pernah ada kejadian teman yang main ke rumah temang juga, begitu dia ngeliat anak temannya main, si teman tersebut mendekati si kecil sambil di ajak becanda bla bla bla…setelah lama, anak terebut tidak memberikan respon yang berarti. spontan temen tersebut mengungkapkan kata pendek ” Autis amat yak”…tiba2 temen yang punya anak nimpukin dia saking emosinya. dan ternyata anak tersebut merupakan anak autistik!!! kata maafpun sempat tidak bisa meredakan amarah…
itu merupakan benerapa contoh kecil dari banyak contoh2 yang lain!!!
STOP USING AUTIS WORD IN DAILY JOKES !!!
Salam,
By Zulhaq on 07.09.09 5:13 pm | Permalink
huwaaa… i adore you sow much mba silly..
ketegaran kamu, ketabahan kamu,…
salutttt
By tya on 07.09.09 5:15 pm | Permalink
@Zulhaq :
Hehehehe… makasih… makasih… saya justru kagum sama kamu, sama semua yang membaca tulisan ini dengan seksama…
Kebanyakan orang kalo baca tulisan yang panjang dan cuma berisi curhatan, terkadang orang lebih suka skip karena merasa mereka juga punya masalah, tiap orang juga punya masalah… so, why worry too much?
Kamu kembali membaca tulisan ini aja saya udah appreciate banget.
It proves that you care. Makasih banyak yah.
@Zulhaq (lagi):
Ah iya, terkadang orang tidak sadar sudah menyakiti orang lain hanya dengan kata2. It’s hurt, to be honest. Tapi memang butuh hati yang lapang dan jiwa besar kalo punya anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Makasih sekali lagi Zulhaq. Kamu care, peduli, itu sudah luar biasa.
Thanks dear
@tya :
Makasih mbak Tya… your support and care means a lot to all of the autism parents
By Silly on 07.09.09 7:48 pm | Permalink
Hai mbak Silly.
Akhirnya mampir juga ke sini.
Anakku juga tipikal gak bisa diam dan selalu seperti gasing. Cuma aku belum cari tahu apakah dia autistik atau tidak karena aku lihat dia masih bisa mengendalikan dirinya dan aware dengan sekitar.
Kira2 bagaimana menurut mbak?
Tapi saya setuju dengan ide “Stop Using Autism on our daily jokes”.
Boleh aku link yah mbak blognya.
Salam kenal.
By uke poet on 07.09.09 8:37 pm | Permalink
@uke poet :
Haiiii mbak Uke…
Pertama, kenali ciri-ciri autism secara dini, misalnya :
1. Sangat menikmati permainan yang berulang-ulang (menolak perubahan).
2. Sulit bersosialisasi dengan anak lainnya .
3. Kesulitan dalam mengutarakan kebutuhannya,
4. suka menggunakan isyarat daripada kata-kata,
misalnya mendorong kita kesatu tempat dan ‘stuck’ disitu, diam, atau malah menangis. kadang menuntun tangan kita untuk menggapai sesuatu, padahal sebetulnya dia sendiri bisa meraih benda tersebut.
5. mengulang kata-kata atau kalimat tanpa makna yang jelas (echolalia),
kadang berbahasa planet, yg hanya dia dan Tuhan yg mengerti yg dia maksud.
6. Tertawa atau bahkan menangis tanpa alasan yang jelas,
7. Lebih memilih utk menyendiri, terkadang malah menjauhkan diri dr anak lain.
8. Mudah marah, (temper tantrum), mengamuk (kontrol emosi kurang).
9. Ketertarikan pada satu benda secara berlebihan, terkadang kalo suka sesuatu, bisa seharian dipegangin terus, kalo hilang bisa tantrum (ngamuk).
10. Tidak suka dipeluk, bahkan oleh ayah atau ibunya sendiri.
11. Menekuni Permainan dengan cara yang aneh dalam waktu yang lama.
12. Tidak ada kontak mata, kalaupun ada hanya bertahan 1-2 detik saja.
13. Menyukai benda yang bulat dan berputar.
14. Terkadang memperlihatkan kesedihan tanpa alasan yang jelas.
15. Tidak berminat pada metode pengajaran yang biasa.
16. Tidak takut bahaya.
17. Kecakapan motorik halus/kasar yang tidak seimbang
18. Hiperaktif/melakukan kegiatan fisik secara berlebihan (tidak kenal capek).
Masih ada banyak sih, kalo mau saya kirimin file deteksi dini Autism, email saya di sillystupidlife@gmail.com yah…
Nanti aku kirimin data2 lengkapnya. Yang penting jangan panik, find out, accept and try to compromise all of his/her disorder.
*kokkkkkkkkkkk tiba2 jadi berasa sok tahu banget saya yah, hihihi, maaf*.
Semoga info ini bisa membantu. Tidak ada yang lebih tua atau lebih muda bukan?, kalo urusan beginian… we share, because we care
Makasih udah mampir, salam buat sikecil yahhhhh
By Silly on 07.09.09 8:40 pm | Permalink
Wahhh dah lama gak baca blog-nya mbak Silly. Salut dengan ketegaran dan kesabaran mbak, jadi malu nih ama diri sendiri yang kadang gak sabar ama Riza
Aku juga bisa rasakan… saat Riza pulang jalan-jalan dengan Ayahnya dalam kondisi jidat yang ROBEK dan mengalir darah merah seger. Serasa pengen pingsan, tapi di rumah hanya berdua ma Ayah. Jadi harus kuat… hiksssssssss Tetep sabar ya mbak… ditunggu ceita Anya yang lain 
By Noer on 07.09.09 8:41 pm | Permalink
mbak, makasih banget ya tulisannya, aku selalu ngikutin blog-nya mbak silly meskipun baru kali ini aku ninggalin jejak. aku adalah salah satu orang yang suka keceplosan becanda dengan kata “autis”, maafin aku mbaaaaak…T_T
tapi akhirnya aku sadar kalo itu nyakitin orang lain, dan aku juga ikutan cause di Facebook setelah baca tulisan2 mbak silly tentang Anya. sekali lagi makasih atas inspirasinya ya mbak, aku cuma bisa bilang, Tuhan gak akan memberi cobaan sama kita kalau kita gak sanggup menghadapi cobaan itu. mohon izin me-link tulisan ini di Facebook-ku ya mbak, biar jadi inspirasi temen-temenku juga. makasih banget mbak, salam kenal
By heidi on 07.10.09 4:28 am | Permalink
salam kenal…
thanks for sharing…
setuju banget untuk gak menggunakan kata2 autis sebagai joke…
salam ya buat putrinya…
By arman on 07.10.09 6:28 am | Permalink
Omaigat mba….
hiks…hiks… hiks…
ngga tau mau ngomong apa
yang terbaik aja lah buat loe mba…
By sintingmaut on 07.10.09 8:17 am | Permalink
dulu….tepatnya waktu BB baru-baru booming, aku juga sempet ikut-ikut becanda ttg “autis” ini ke org-org yg asik ama BB nya, trus di awal taun, masuklah sebuah imel ke salah satu milis yg aku ikuti, imel ttg anjuran stop menggunakan kata autis buat becandaan…di imel itu juga dijabarin, gimana perasaan org tua yg anaknya autis mendengar becandaan itu…aku, langsung merasa amat sangat… sangat bersalah pernah melakukan becandaan itu…
sejak itu, haram hukumnya aku becanda menggunakan kata-kata autis itu…..dan mulei berani mengingatkan temen-temen di sekitar aku utk engga nglakuin itu juga…sambil sedikit menerangkan pastinya…tapi sumpaah…baca postingan mbak sily ini, Ya Allah….aku udah ga bisa berkata-kata…..hebaat banget mbak…bener-bener kagum…
By silvi on 07.10.09 8:32 am | Permalink
@Noer :
Hihihihi… iya, kalo udah urusan darah, kadang kita jadi kayak punya nyawa sepuluh yah… giliran anaknya udah gak kenapa2, baru nyadar, tadi udah ngerahin seluruh tenaga yang dikumpulin dari seluruh penjuru negeri,
abis itu langsung ambruk, pingsan, hehehe.
Makasih mbak noer, salam sayang buat jagoannya yahhh
@heidi :
Wahhh, terharu dibilang selalu ngikutin blog aku, makasih yahhhhh, hehe.
And makin senang kalau kamu mo share linknya di Facebook.
The more the merrier, iya khan? So, thanks banget ya mbak heidyyyy… makasihhhh
@arman :
Makasih mas Arman. Nanti salamnya disampein
And thanks for supporting the movement about stop using that words on our daily jokes
@sintingmaut :
Ahhhh… Thanks dearrrrrrrr… *peluk peluk sintingmaut*
Apakhabar dirimu. Makin ngetop ajah. Ehhh, ikutan ngerumpi dong di ngerumpi.com. Keren loh, kenapa kamu tidak coba share what is in your mind about your comunity… siapa tahu disana mereka bisa mencoba mengenali comunitas kalian dari cara pandang yang berbeda. You guys, are woman best friend, right? ;))
@silvi :
Ahhh, enggak kok Silvi. Tahu gak, masih banyak orangtua yang lebih hebat lagi dari aku… Anak mereka jauhhh lebih berat kondisinya dari Anya, tapi ketegaran mereka jauhhh lebih kuat dari pada saya. Saya mah gak ada lah apa2nya… baru belajar, hihihihihi
But thanks for the emphaty… senang rasanya akhirnya makin banyak orang yang mengerti perasaan kami
Makasih ya silvy… makasihhhh
By Silly on 07.10.09 8:44 am | Permalink
I’m really sad read this story.
you’re really a strong woman and a good Mom!!
KEEP Believe in GOD Miracle, I’m sure GOD will give all the Best for you and your child
By Dora on 07.10.09 9:35 am | Permalink
@Dora:
Thanks mbak Dora for your empathy
Yes, I’m Sure Too. Saya selalu pegang ini mbak… bahwa ktka Tuhan menciptakan seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus… even cacat sekalipun… DIA tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak tersebut.
Makasih untuk supportnya mbak Dora
Salam Hangat and GBU,
Silly
By Silly on 07.10.09 9:49 am | Permalink
u should stop seeing your so-called friend sil. they’re not more worth then a piece of shit -forgive my words, but that one, i think, is suit them best-. i mean, really! get out of there, find a new friends. REALLY!
By contradictiveminds on 07.10.09 10:03 am | Permalink
Saya malah ndak ikud ketawa ketika ada orang menyebut autis, entah itu bercanda maupun beneran. Saya lebih memilih diem tidak unjuk gigi, tapi kalo masih ngomong autis terus, saya dengan sukarela mentung (serius !!!)
By adipati kademangan on 07.10.09 12:10 pm | Permalink
Cium sayang aja buat Anya
gatau mau nulis apalagi..
By yayi on 07.10.09 1:00 pm | Permalink
hanya dua kejadian yang sampeyan tulis tapi saya sudah bisa dapet gambaran betapa tangguhnya sampeyan. semoga jadi amal buat sampeyan mbak. jadi malu sama diri sendiri, kadang ngadepin junior saja suka ndak sabar.
By mas stein on 07.10.09 2:40 pm | Permalink
hi mbak,
ini pertama kalinya aq baca Blog mbak…
aq tw dr coment mbak di Twitternya Dagienkz, trus aq tertarik wkt baca komen mbak…
waduhh aq mpe hampir nangis mbak, tp aq tahan krn lg dikantor… hhehe…
btw, aq boleh Copas untuk aq post di Facebookqu… soalnya aq banyak bgt liat status2 atau nama2 yg suka menggunakan kata “Autis” dan aq juga suka ngledekin temenku yg aneh dgn kata “Autis” (hehheh)… tp stelah aq baca blog aq jd sadar, ternyata mmg bkn kata yg tepat untuk dijadikan Perumpamaan sifat orang…
yaahh lumayan berbagi info jg… hheheh… sapa tw nti ad yg jd mengerti setelah aq…
oiyah satu lagi, mbak hebat bgt msh bisa bertahan untuk menjaga dietnya dan ttp tegar untuk menjalaninya jd teringat dengan Tante saya yg mempunyai anak Autis dan kaka saya yg mempunyai anak dengan celah bibir dan jari2nya tidak lengkap… =]
thx b4… =]
Ria Haskim
By Ria Haskim on 07.10.09 3:38 pm | Permalink
[...] This post was Twitted by kindy21 [...]
By Twitted by kindy21 on 07.10.09 3:47 pm | Permalink
busyet…jeung…bahasanya bagus banget….
salam kenyal duyu ya…sekenyal-kenyalnya…and …sekental-kentalnya…:-)
By gwgw on 07.10.09 4:19 pm | Permalink
@contradictiveminds :
Actually, yes… That’s why I post this because almost all of my friend still using those kinda hurting words…
Trus kemana saya membentuk komunitas baru?… YA DISINI!!!… With you all guys here. Thanks for paying so much attention on this post
@adipati kademangan :
Wahhh, beneran?… Makasih mas, terharu…
@yayi :
Makasih, salamnya disampein. Kalo boleh curhat dikit, saya sebetulnya lebih khawatir akan pemahaman org terhadap autisme. Anak saya sampe sekarang belum ada sekolah yang mau nerima karena anak saya dianggap… “rada aneh”
(bentuk halus dari kata ‘agak gila dikit’… at least itu yang saya dengar mereka bisik2in ketika mendengar anak saya ngoceh2 tentang planet2 dalam bahasa Inggris. Padahal mereka gak ngerti, anak saya sedang menjelaskan mengapa terjadi gerhana matahari, mengapa planet jupiter ada cincinnya, dan mengapa didalam cangkang telur ada oksigen yang tersisa).
@mas stein :
Iya, teman saya suka mengeluh anaknya nakal banget, bego banget dsb, padahal kadang orangtuanya yang kadang kurang sabar ngadepin anaknya.
Gimana kalo ngadepin anak yang gampang overwhelmed kayak anak autis? mereka kalo ngamuk suka membenturkan kepalanya ketembok, atau memukul dadanya ketika marah, tapi tidak tahu bagaimana mengontrol emosi mereka sendiri.
@Ria Haskim :
Wahhh, makasih banyak mbak Ria, makasih kalau mau menyebarkan berita ini. The more the merrier khan? *menjura dalam2*
Salam buat anak tantenya yahhh
@kindy21 :
Thank you for twittering this yahhh… makasih banyak banget *terharu*
@gwgw :
HAHAHAHAHAHAHAHHAHA…
Iya, salam kenal juga… salam kenal sekenyal-kenyalnya juga
By Silly on 07.10.09 4:20 pm | Permalink
[...] statusnya ka dagienkz yang berbunyi ‘masih mau make kata autis sembarangan? baca dulu ini http://sillystupidlife.com/.’; aq sungguh terharu,,,thanks God ,,, aq ,Engkau ciptakan dengan tidak serba kekurangan,,aq [...]
By Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata “Autis Lo!”? « My Diary on 07.10.09 4:22 pm | Permalink
You’re a good Mom…
salut sma MBa silly,
semangat ya mba….
*terharu banget,
baca blog ini gr2 thread di Plurk …
By ujha on 07.10.09 4:38 pm | Permalink
Thx. Posting ini gw fwd ke temen-tement di kantor
ps: gimana si Clancy? masih mau diterusin gak ceritanya?
By TukangRoti on 07.10.09 4:45 pm | Permalink
Dear Silly,
What a very touching story. Kenapa selama ini saya merasakan sesuatu yang istimewa dari blog ini?
And today, I find out the answer. Gosh, you’re so special silly. Kagum berat sama kamu. Luar biasa.
Keep up your good spirit yah
By Sammy on 07.10.09 7:10 pm | Permalink
Setelah hiruk pikuk pemilu kemarin, akhirnya baru bisa sempet-sempetin baca blog ini lagi. Saya pikir kali ini posting tentang politik atau yang lucu lagi, ternyata tentang autis.
Wow, kamu luar biasa ya. Setuju sama komen yang diatas, Saya baru nemu blog ini belum lama, tapi rasanya rugi kalau seminggu saja gak mampir kesini
You’re Inspiring Girl. Harusnya perempuan seperti kamu diberdayakan.
By Roy on 07.10.09 7:13 pm | Permalink
Wah gila, terharu banget mbak.
Janji akan share ini sama teman-teman. Dapat linknya dari dagingz di twitter. Aku gak pernah sih ngomong autis, tapi temen-temen suka becandanya gini kalo lagi ngumpul2
Thanks sharingnya. You’re a very strong mother. Salut deh
By Novita on 07.10.09 7:16 pm | Permalink
Iya, dapet dari twitter. Salut mbak. Salam kenal juga yah. Abis baca ini, nyesel banget.
Ijin share ke temen-temen yah. Thanks mbak Silly…
By Desiriana on 07.10.09 7:19 pm | Permalink
@ujha :
Thanks ujha. Terharu baru tahu kalo posting ini diposting di twitter dan diplurk, disebarin di FB, aduh… makasih teman2…
masih terharu
@TukangRoti :
Huaaaaaaaaa… kok tahu sih saya mo nulis novel tentang Jurnalis Perempuan ditengah konflik?… Situ Cenayang yah, hahaha
Tom Clancy is a very great writer, I wished oneday I could be as good as him
Ohya, makasih yah, udah dipinjamin, kayaknya gue tahu deh siapa dirimu. HHP’s apa kabar?
*dibales, hihihi*
@Sammy :
Ahhh, anda membuat saya terharu sekaligus bangga. Terima kasih, penghargaannya sepertinya terlalu berlebihan deh mas, but I thank you for that anyway.
Makasih banyak untuk selalu mampir dirumah sederhana ini, meski artikel2nya jarang diupdate, hehehe
@Roy :
Ahhh, mas Roy suka berlebihan deh. Enggak kok, saya mah biasa-biasa saja. gak luar biasa seperti yang digambarkan mas Roy. I’m just an ordinary woman, yang kebetulan dititipi anak special.
@Novita :
Wahhh, kayaknya saya mesti ngucapin makasih banget buat teman2 di twitter nihhh, kemarin saya sampe dapat email banyak banget, trus yang online di blog ini juga sampe 56 sekaligus dalam sedetik… perjam 3 ternyata ada 135 org yang online baca blog ini diwaktu yang bersamaan
Tolong sampaikan salam dan terima kasih saya pada Ari Dagingz. You’re the best. Thanks ya mas Dagingz
@Desiriana :
Silahkan mbak… I’d be very glad to.
Aduh, gimana cara menguapkan terima kasih yang paling pantas buat kalian semua?. Kayaknya mesti bikin satu posting khusus untuk ini yah, hehehe.
Okay, nanti saya buat deh. but before that… please sampein sama mas ari dagingz dan semua teman2 yang udah re-twitter this post, makasih yang sebanyak2nya dari silly.
You all are a very nice friend to have
By Silly on 07.10.09 8:27 pm | Permalink
You know what, sudah lama saya berpikir, bahwa orang tua yang dititipkan Tuhan seorang anak dengan gangguan autisma adalah orang tua yang sangat hebat, karena Tuhan percaya penuh mereka dapat membesarkan dan mendidik anak dengan kemampuan luar biasa itu.
Two thumbs up for you Sill…no doubt…kamu orang tua yang HEBAT…
By OchaOcha on 07.10.09 10:00 pm | Permalink
‘moga-moga besok jadi anak sukses’.
begitu do’a saya kalau pas si kecil pecicilan gak karuan.
By gre on 07.11.09 4:58 am | Permalink
thanx mba buat pencerahannya…aku termasuk salah satu orang yang suka di candai/ledekin autis karena suka pake sandi2 angka di FB… jadi aku kebawa juga ngucapin kata yang sama ke teman2… saya setuju dg “Stop Using Autism on our daily jokes”… moga anaknya sukses yah mba..
By nandez on 07.11.09 10:29 am | Permalink
oia mba..kirimin link ciri2 autis tadi dong mba..thax bgt
By nandez on 07.11.09 10:31 am | Permalink
Baru sempet cek Reader, dan baru aja baca post ini. Uh…
*Spikles dengan mata berkaca-kaca
By GiE on 07.11.09 12:23 pm | Permalink
sama sama bu…
nggak baik kalo baca setengah2, ntar komennya nggak nyambung
salam senyum buat anaknya ^_^
By Zulhaq on 07.11.09 4:17 pm | Permalink
haiii mba sillyyy…
sabar yaa,,,
—-Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal—
setuju banget mba,,,semua ada maksud dan tujuan Tuhan sehingga merancangkan kehidupan seperti apa yang ada dihadapan kita.
Masih inget kan mba, mba silly pernah kasih comment di blog saya, bahwa manusia itu sudah mempunyai blue print kehidupannya masing masing sejak dia lahir ke dunia.
Kamu wanita dan mommy yang super mba,,,
Semangat!!
GBU
By maya sitorus on 07.11.09 11:52 pm | Permalink
gitu ya mbak
wah saya gak pernah mengalami seperti mbak, jadi gak ngerti rasanya
sebaiknya kita juga harus berhenti bilang orang lain bego, gila, budeg, dan ejekan lainnya walaupun maksudnya cuma bercanda. hal itu cuma akan menyinggung perasan orang yang benar2 punya kekurangan seperti itu
tetap semangat
By TransJakarta on 07.13.09 3:26 am | Permalink
Gosh, saya baru tahu setelah baca ini… saya tahunya anak mbak jago main piano (diposting yang mana yah, saya lupa, tapi pernah baca dan dengar permainan pianonya)
Satu kata mbak sil, You’re SPECIAL! Beautiful inside and outside, even I haven’t met you before, but from your articles, I know you’re perfect!.
By Roy on 07.13.09 7:04 am | Permalink
Dear Silly,
I don’t know what to say, but reading this makes my soul fly away. I just wonder, why God create such a misery like this. And He answers, ‘It’s because you’re extraordinary woman’.
Yes, Indeed. No need to see you physically to know that you’re beautiful, inside and outside. You’re God’s perfect creation. I adore you silly. a lot!
Btw, I’m in Paris now, ready to have dinner with some friends here. Wanna join us? Bring your family, you’ll be welcome here, and it’s gonna be a lot of excitement, promised!
Au revoir, mademoiselle
By Gue on 07.13.09 8:20 am | Permalink
yup. semua manusia adalah makhluk yang sempurna.
(*semoga tetap lebih sabar
By kw on 07.13.09 2:03 pm | Permalink
sharing yang sangat dalam mbak!
ikut kampanye ah (gym)
By lukman on 07.13.09 3:17 pm | Permalink
menangis membaca blog ini…..
gak kebayang gimana rasanya setiap hari harus bertarung dengan rasa khawatir, berharap sang anak gak kenapa napa…
salut banget buat para ibu yang tetap mencintai anaknya yang meski dimata orang lain dianggap tidak normal…
tetap semangat yah mbak.
By hasian cinduth on 07.13.09 4:38 pm | Permalink
dear Silly
saya jg tdk setuju dengan candaan seperti itu dgn memakai kt Autis, kadang kala saya slalu mendengar candaan itu saya slalu melarangnya,saya seorang ibu rmh tangga yg terpanggil untuk menjadi volentir di sebuah sekolah Autis selama 7 th dan sekarang di sekolah tuna rungu jg sdh 7 th,jd saya amat sedih jika ada seseorang memaki atw bercanda dengan kt2 Autis,goblok,bego,budek,gila,hati ini jd teramat sedih,mdh2an suatu saat nanti tdk ada lg orang2 yg menggunakan candaan yg benar2 tdk lucu itu,jangan pernah berhenti mencintai,bersemangan Tuhan slalu bersama kt Amin
By yanti rinaldo on 07.13.09 7:13 pm | Permalink
iya, memang tidak boleh memakai kata-kata itu. Issue ini saya dapat sejak beberapa bulan yang lalu dimana salah satu blogger akhirnya mengganti teks “AUTIS” yang ada di headernya. Barangkali yang lebih tepat dan aman adalah unik. Yup, kata autis diganti “unik”. gimana mbak silly?
By antown on 07.13.09 8:48 pm | Permalink
Semoga Mbak silly selalu diberikan kekuatan
Mbak silly tenang aja..suatu hari mereka pasti mengerti kalau Anya itu bukan “rada aneh” atau “agak gila dikit” tapi Anya itu spesial..Pasti Mbak silly juga bisa menemukan sekolah yang tepat buat Anya (setau gw emang ada sekolah yang tepat buat anak2 spesial seperti Anya)..Dan pasti, suatu hari Anya akan mendapatkan tempatnya di masyarakat. Selama Mbak silly ga menyerah, selalu ada harapan buat Anya..Tetap kuat dan semangat yah
Maap baru bisa bales komen, kompi gw nge-hang mulu..
By yayi on 07.14.09 12:18 pm | Permalink
Hiks…Mbak Silly, aku nangis tanpa sadar…
Mbak Silly Ibu yang hebat & temen Mbak yang becanda bawa2 autis itu kok yaa bisa ngomong kayak gitu…
Duhhh…aku masih belajar untuk menancapkan kata2 “TUHAN ITU ARSITEK YANG AGUNG” di otakku sampe sekarang, memahami dalam tindakan konkrit, aku masih suka mempertanyakan kenapa begini, kenapa begitu…
Tetap Semangat, Mbak !!!
By Sari on 07.14.09 1:02 pm | Permalink
Dan aku pun persyukur memiliki Nino dalam hidupku.
Thx to share sill..
By Lenna on 07.15.09 3:37 pm | Permalink
sil sil…
ada yg debat tuh ditempat gue soal kata autis ini.
terkadang susahnya org yg sudah terlalu terpelajar dan kritis ketika diberitahu soal hal ini akan mencari cara supaya bisa membalikkan keadaan mengapa kata2 yang lain tidak dipermasalahkan juga.
apalagi buat mereka2 yg mungkin sudah terlalu hebat sampai setelah membaca tulisan kamu ini semakin beranggapan bahwa keputusan untuk tdk mempunyai anak itu sudah sangat2 tepat, jadi mau ada kata2 apapun juga ga akan berpengaruh ke mereka, lha wong mereka ga akan ngerasain kan….
salam buat anya yah, rajin2 maen piano n gambarnya, udah mulai belajar bahasa indo sedikit2 kan…
By woelank on 07.15.09 4:53 pm | Permalink
Mata gue berkaca - kaca
Sil.. u r a great mom !
I dunno what kind of process that can make u mature, strong and patient at the same time.
Key.. i got ur point !
I shall spread d campaign !
Stop it… Stop using the word Autis in daily joke.
By Eka Situmorang - Sir on 07.16.09 7:50 pm | Permalink
@OchaOcha :
Ahhh, sumpah terharu… makasih yahhhh
@gre :
Aminnn, saya juga berdoanya demikian pak
@nandez :
thanks banget yah, udah mau mendukung gerakan ini.
@nandez :
Link: http://puterakembara.org.
@GiE :
Hehehehhe, makashi nya :))
sama sama bu…
By Silly on 07.18.09 3:18 am | Permalink
aku lammmaaaaa banget nggak baca blog Silly…begitu baca ini kok mbrebes mili ..duh…..Insya Allah ..Silly selalu diberi kekuatan dan ketabahan…….
Peluk Silly…..dan juga titip sun untuk Anya…
Anya …ajarin bude bahasa Inggris dan piano dong……..:-))))))
mbayangin Anya langsung stress…..hi hi
By rinita on 07.18.09 2:55 pm | Permalink
mbak silly, aku minta ijin pake linknya di status FB aku ya..
suka gerah ama orang2 yang sering becandaan pake kata AUTIS!
semangat mbak!
By Mutia on 07.18.09 9:41 pm | Permalink
[...] tapi apa yang mas Dagienkz sempat lalukan waktu itu,.. yang nge-twitting posting saya yang berjudul “knapa sih gak boleh pake kata autism”… yg kemudian di RT teman2 di twitter lagi dan membuat banyak orang membaca tulisan saya [...]
By Sillystupidlife » Blog Archive » SPECIAL THANKS TO DAGIENKZ & TWEEPLES on 07.27.09 4:41 pm | Permalink
Wow…anda memang luar biasa mbak.
Saya salut dengan perjuangan anda sebagai ibu.
Anya beruntung mendapatkan ibu seperti anda, dan anda beruntung mendapatkan putri seperti Anya. Tuhan memang menciptakan makhlukNya dengan berbagai rahasia di dalamnya.
*peluk sayang buat Anya
By kungfinity on 07.27.09 5:44 pm | Permalink
Salam kenal, aku juga mama dari farrel, 7 th, autis.
Thx for sharing. Ngerti banget bgm rasanya….:)
By deean on 08.03.09 10:01 am | Permalink
Hi Mbak! Salam kenal..
Aku udah lama baca post ini tapi baru sempet komen sekarang. Aku terharu baca post ini, semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan kepada Mbak..
Sejak baca post ini, aku semakin kenceng meneriakkan “Stop Autism on Your Daily Jokes” walaupun tetep aja ada beberapa orang yang masih keukeuh menyatakan “It’s just a joke, ngga ada maksud memperolok” atau “Kata2 itu ngga bermakna, manusia yang memaknai” and the likes..
Sedih sih, tapi yah yang penting aku udah berusaha mengingatkan. Anyway beberapa hari yang lalu aku liat sebuah page di Facebook tentang band yang bernama “Act Autism”. Aku ngga tau kenapa mereka menamakan diri mereka seperti itu.. Apa Mbak sudah pernah liat?
By Indah on 09.14.09 4:30 pm | Permalink
@Deean:
hai mbak Deean,salam sayang baut farrel yah
*hugs*
@Indah:
Masa sihhh… ada gitu yang bikin band kayak gitu? Tega bener sih. Ah, tapi biarin aja deh.., nanti kalo ada waktu kapan2 aku check deh. aku cari linknya nanti yah
thanks banget infonya, and thanks for your prayer
*peluk-peluk*
By silly on 09.14.09 5:52 pm | Permalink
Mbak Sil..
saya sungguh kagum sama cara mbak memandang setiap masalah..tidak pernah mau menjatuhkan vonis pada Tuhan…dan seperti yang saya yakini, Tuhan itu seperti apa yang kita sangkakan..
salut..tetap semangat ya mbak..Tuhan memang tidak pernah salah dalam menciptakan sesuatu..
btw: saya juga membaca ceritanya sampe abis..:)
By Ipul on 10.08.09 7:56 pm | Permalink
[...] by: Silly on http://sillystupidlife.com also posted http://ngerumpi.com [...]
By Yuk Nulis! » Blog Archive » Perempuan dan Gerakan Stop Autism On Daily Jokes on 10.22.09 8:26 am | Permalink
[...] This post was Twitted by ecp31 [...]
By Twitted by ecp31 on 10.22.09 9:21 am | Permalink
Fuihhh…. benar-benar artikel yang bagus… melihat sudut pandang anak autis dari sisi yang positif, dan mengingatkan kita bahwa kita dilahirkan di dunia Tuhan memiliki tujuan yang khusus dan penting, dan semua ciptaaNya bukan lah hal yang sia-sia.
Aku bukan seorang yang autis, tapi aku pernah menyesali mengapa keluarga kami tidak utuh (cerai) dan aku sangat sebal dan komplain dengan Tuhan mengapa ini semua yang harus terjadi pada diriku!
kami hanya hidup ber-tiga dan ibuku banting tulang hanya untuk dapat bisa menyekolahkan anaknya paling tidak sampai lulus SMA. Aku termsuk orang yang introvert (tertutup) dan pada masa SMA aku benci pada kehidupan ku.
Tapi setelah aku lulus SMA dan mulai bekerja, aku sangat bersyukur pada Tuhan karena rahmat dan berkatnya tidak pernah berkesudahan. Dan aku belajar untuk bersyukur atas hari-hari yang Dia berikan kepadaku.
Seandainya keluarga kami utuh, mungkin aku tidak mungkin mengalami/menikmati pengalaman-pengalaman yang berharga, dan ilmu-ilmu yang sangat berharga atau aku tidak mungkin ada di-Jakarta, aku banyak belajar dari kehidupan ku snediri, hingga akhirnya aku bisa kuliah, dan memiliki barang-barang yang dulu aku bermimpi pun tidak berani.
Tuhan tahu apa yang dia akan berikan pada anakNya, tinggal kita tunggu dan bersabar, banyak bersyukur.
Dan saya merupakan orang yang tidak menganggap rendah orang autis, karena orang autis memiliki potensi yg banyak, dan bisa di bilang lebih pintar dari orang normal. Dan banyak sekali contohnya orang autis yang sukses.
Maju terus yah mbak Sily.. kalau ada kegiatan Teman-teman autis kabar-kabari saya yah.
Tuhan Berkati.
By Rangga on 10.23.09 9:55 am | Permalink
mbak Sil, udah beberapa kali mampir ke blog ini tapi baru nemu tulisan ini setelah googling Stop Using the word Autism for our daily jokes.
Ternyata walaupun sudah banyak kampanye tentang itu masih banyak juga yang belum mengerti. Saya ijin kopas di note FB ya, pasti disertakan link-nya kok. Terima kasih.
By lovelyfla on 02.07.10 6:32 am | Permalink
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>