EMANSIPASI WANITA, menurut anda apa sih?
Menurut kamu, emansipasi wanita itu apa sih?
Belakangan ini mulai muncul lagi issue EMANSIPASI WANITA. Issue pemilih perempuan yang dihimbau untuk menjadi pemilih yang pintar, dengan memilih Perempuan sebagai pemimpinnya, menurut saya adalah pembodohan politik.
Saya jadi pengen tahu, sebetulnya apa silh yang ada di benak anda ketika anda mendengar kata EMANSIPASI WANITA? Persamaan HAK?…. Kesetaraan GENDER?… Atau Kemanjaan Perempuan dan Keinginan untuk diistimewakan?.
Jujur saya suka bingung ama konsep ini…
Saya pernah menulis di blogdetik mengenai Emansipasi yang kebablasan, dan hampir sebagian besar pejuang emansipasi menghujat saya, karena merasa saya ini penghianat kaum saya sendiri.
Ada malah yang beranggapan saya ini bukan perempuan, tapi laki-laki.
Lalu menurut anda, sebetulnya apa yang ada dibenak anda soal EMANSIPASI ini?
Apakah anda masih merasakan adanya ketidak adilan bagi anda dilingkungan anda?
Apakah laki-laki yang ada disekitar anda, melecehkan kemampuan anda hanya karena anda perempuan?
Saya pengen sekali dengar pendapat teman-teman, mungkin saja saya yang salah konsep, atau barangkali saya yang terlalu tertutup matanya akan realita, hanya melihat kesekeliling saya aja, dalam radius yang sangat kecil, sehingga saya tidak melihat jauh keluar dari keterkungkungan saya.
Help me with this guys… tapi kalau teman2 pengen tahu konsep emansipasi menurut saya, silahkan baca tulisan yang disini… dan disini.
Saya tunggu yah… nanti setelah ini, kita bahas bersama, apa sih sebetulnya yang perlu perempuan-perempuan punyai, supaya bisa setara dengan laki-laki, sehingga kita tidak hanya bisa menuntut untuk disamakan, tapi mampu mensejajarkan diri sendiri disamping laki-laki…
As a PARTNER..
Terima Kasih untuk kesediaan anda meluangkan pendapat. Really appreciate that!
Salam hangat,
~Silly~













kalo saya sih setuju ama mbak silly, sebagai wanita saya bangga dan gak mau disamain dama laki-laki
kodratnya kan wanita berbeda dengan laki-laki, wong secara fisik aja beda masa mau disamain??!
jadi selama ini konsep yang dibentuk kesannya seperti memaksa wanita untuk setara dengan pria dalam hal fisik atau yang terlihat, dan buat saya itu merupakan penindasan secara halus
kalau setara secara intelektual boleh lah, malahan banyak perempuan yang lebih pintar dari pria
masalah ketidakadilan di lingkungan, rasanya saya sih gak nemu yah.. sebagai wanita kita berusaha semaksimal kita dan sesuai porsi kita.
masalah pelecehan karena gender, itu saya akui masih ada sampai sekarang dan saya rasakan.
perempuan dan laki-laki diciptakan untuk dipasangkan dan saling melengkapi, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, kalo keduanya kemampuannya sama.. apalagi yang mau dilengkapi?? hehe, terlalu nggombal kayaknya ya..
sekedar sumbang pikiran, CMIIW! masih butuh banyak belajar
emansipasi? tanya aja sama istri gw
menurut saya salahsatunya adalah persamaan hak. hak untuk bekerja di sektor “normal” apapun. hak untuk tidak didiskriminasi oleh laki2. hak untuk mendapat pelajaran yang sama dengan laki2. hak untuk tidak dikasari. hak untuk berpendapat.
tetapi tentu tidak lupa dengan kewajiban. karena setiap “jenis kelamin” mempunyai kewajiban yang berbeda.
menurut saya begitu.
emansipasi wanita itu,sesuai kodratnya saja,
sudah ada porsinya masing-masing kok
saya masih banyak nemuin perempuan2 yg tidak dihargai, dan ini dekat sekali dgn kehidupan saya. jadi saya pikir beruntunglah mereka2 yg merasakan sudah tidak ada lagi ketidakadilan bagi perempuan. karena saya masih dan itu membekas sekali dalam kehidupan saya.
perempuan2 banyak yg bekerja sekeras laki2 bahkan seringkali mengambilalih tanggung jawab yg harusnya dipikul laki2. tapi kadang masih saja dianggap kurang bermartabat dibanding laki2. padahal laki2 yg tidak tanggungjawab dan tidak menghargai perempuan sebagaimana mestinya mana bisa dikatakan laki2, banci mgkn lebih pas.
perempuan tidak mengharapkan banyak kok. cuma sama2 saling menghargai saja. sama2 manusia. sama2 punya hak dan kewajiban masing2, yg imbang. tidak saling menganggap rendah pada yg lain. thats all..
emansipasi is..
you told me,
dan begitulah, partner…
hmmm saya mencium ada aroma beda dalam postingan ‘ulangan’ ini ..
mentang-mentang EMANSIPASI, terus istri bekerja jadi tulang punggung rumah tangga, sementara suaminya nyiapin sarapan, makan siang dan makan malam, terus nyuci, bersiin rumah
klo bingung duduk dulu dong ah..!!!
well, sama kaya mbak Silly dan N the duckness..
Emansipasi wanita itu konsep yang ambigu.
Pada dasarnya fisik dan fungsi wanita itu ya berbeda, tidak mungkin disama-samain.
dan setuju juga dengan N the duckness klo emansipasi yang ada sekarang malah bentuk penindasan secara halus terhadap wanita.
Zaman dulu, wanita banyak di rumah, masih bisa baca buku (ini belajar), kerja di rumah, gosip, bisa ngurus anak, ngurus suami, semuanya deh keurus.
Zaman sekarang? wanita tergopoh-gopoh ngurusin kerjaan dengan jam kerja (sama seperti pria) 8 to 5, balik-balik ngurusin suami, ngurusin anak, belum belaja kebutuhan, dll… belum lagi suami marah kalo ga dimasakin makanan, ini itu, yang akhirnya bisa berujung (amit-amit deh!) perceraian klo sama-sama masih egois.
Apakah itu yang kita inginkan? anak ga keurus, suami ga keurus demi ambisi kita semata? Apakah ini yang dinamakan emansipasi wanita?
Bukankah itu penindasan terhadap hak anak? hak suami? hak keluarga?
Bagus-bagus klo suami dan istri sejak awal udah kompromi terlebih dahulu tentang masalah ini, kalo belum? bukankah itu malah menjadi emansipasi yang bumerang?
*hanya pemikiran dangkal seorang Sarah*
hehehehe
Peace,
Hmm, Kodratinya wanita dari jaman gua dulu adalah penjaga sarang dan anak2, dan pria adalah pemburu makanan. Dan desain psikologis dan biologisnya ga berubah sampe sekarang, We need you and you need us
Emansipasi itu *kesempatan*,
wanita dikasi kesempatan yang sama dengan pria tanpa perlu dipandang sebelah mata dengan justifikasi tidak adil like ‘ah-cuma-wanita’. Tidak diremehkan di aspek-aspek yang *somehow* didesain untuk ‘pria’ ini
. Tidak dilecehkan hanya karena mereka lebih ‘delicate’
Kesempatan untuk memilih dan bertindak, tanpa dikunci dikamar hanya untuk menunggu yang melamar *smirk*
Kesempatan untuk being an equal parner to share and to give an opinion (kalo ga lagi PMS sih hehe)
Apa lagi ya?
Sil, gak usah panjang-panjang, buat saya contoh konkrit tentang emansipasi wanita ini, ya kayak jeung silly ini. TOP!
Soal perempuan milih perempuan, itu issue basi yang coba dilemparkan ke publik yang pintar. Sama saja dengan melemparkan berlian pada buaya, useless!
lam kenal mba sil,
saya setuju ma mba silly. pere itu ga bisa di samakan dengan laki-laki, karena mang dari sononya juga dah beda, dan dengan perbedaan itu pere dan laki bisa melengkapi.
saya dulu bebas pergi kemana-mana, bebas ngapain aja, kapan aja. sekarang saya di rumah, ngurus anak and suami thok, banyakan di rumah n kalo kemana-mana kudu bilang hubby, kalo pergi jauh musti ditemenin. tapi saya sekarang ngerasa lebih berharga, lebih punya arti.
emansipasi yang sekarang ini di gembar-gemborkan itu memang penindasan wanita secara halus( setuju n the duckess), lebih dari itu perusakan generasi penerus secara perlahan. coz, seorang ibu itu harusnya berada di rumah, mengurus, mendidik, anak-anaknya dengan sepenuh hati dan waktu. untuk membentuk calon2 pemimpin, calon2 orang besar dan sukses. karena pembentukan itu ga cukup cuma di waktu malam(kalo ga kepotong lembur), sementara pagi dan siang anak kita di bentuk oleh si baby sitter/pembantu. what a waste….
saya kuliah di teknik geologi. dari 55 mahasiswa 1 angkatan, perempuannya hanya 9. kesembilan perempuan ini tidak pernah merasa dibedakan oleh kawan2 laki2nya, termasuk saya. saat kami harus kuliah lapangan (which is keluar masuk hutan, naik turun gunung, dsb) tidak ada yang sedikitpun mengeluh hanya karena kami pms, atau ngga kuat, dsb. diantara ke 9 perempuan tsb, salah satunya lulus dengan predikat cumlaude. 5 diantara 9 perempuan tsb melanjutkan pendidikannya hingga ke s2 di jurusan yang sama (teknik geologi). artinya, tidak ada yang menghalangi kami sebagai perempuan untuk bisa diakui dan meraih prestasi diantara laki2 bukan?
kami tidak pernah merasa dibedakan oleh kawan2 laki2 kami. kami tidak pernah merasa direndahkan oleh mereka. karena kami menyadari kemampuan kami. kami mengasah diri kami untuk sanggup berkompetisi dengan mereka. dan jika kita (perempuan) memiliki kemampuan, saya rasa tanpa berkoar2 minta dihargai, minta dilindungi, minta dilakukan spesial, semua manusia (baik laki2 dan perempuan) pasti akan menghargai kita dengan sendirinya.
yang terpenting utk perempuan (dan saya rasa utk setiap manusia) adalah menghargai dirinya sendiri. selama kita menghargai diri kita sendiri orang lain akan menghargai kita. dari awal diciptakan pun laki2 dan perempuan sudah jelas berbeda, tidak akan pernah bisa disamakan. yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membawa diri, agar kita bisa dihargai tidak hanya oleh laki2, tapi juga oleh semua manusia.
saya minta pendapat yang lebih detail tentang emansipasi ini.
menurut saya, emansipasi wanita adalah wanita tidak boleh di sama kan dgn laki-laki. wanita harus di utamakan.