MARI MELIHAT KEBAWAH.. MARI PEDULI

Para elit politik ramai-ramai mengklaim bahwa rakyat sudah makmur (rakyat yang mana?),… Pendidikan Gratis (pendidikan yang mana?)…. Jumlah penduduk miskin sudah berkurang 15,3% (yakin???),… harga-harga semakin terjangkau (terjangkau sama siapa?)… BBM sudah turun sebanyak 3 kali (INGAT GAK NAIKNYA BERAPA KALI???)…. dan Masyarakat sejahtera (masyarakat yang mana?)…

Mari, saya mohonnnn banget…. kita berhenti sejenak… Saya minta waktu anda sebentarrrrrrrrr saja, gak lama kok… Bacalah dan dengarkan jeritan hati kami ini,… bahwa kami belum merasakan apa yang bapak bapak dan ibu-ibu klaim sebagai keberhasilan kalian….

* * *

Teman,

Saya ingin mengajak kita merenung, sebentarrrr saja…
Berhenti sejenak dari seluruh aktifitas kita…
Berhenti sejenak dari semua rutinitas kita…
Berhenti menatap bintang…

Memandangi langit dan segala gemerlapnya…
Yang berusaha terus kita raih dan kita bawa pulang,…
dan kita jadikan pelita…
dikala hati kita sedang gundah…

Kali ini…
Ditemani dinginnya malam yang menusuk sampai ketulang sumsum…
Ditemani jangkrik yang berkerik merdu…
Ditengah dengkuran suami-suami yang kelelahan…
Ditengah helaan nafas istri-istri yang terus memutar otak…
Harus masak apa iya esok hari…

Ketika tidak ada lagi beras yang tersisa…
Dan tidak ada lagi lauk yang bisa dia sajikan untuk anak-anaknya esok hari.
Uang yang dibawa suaminya…
Ludes di rampok rentenir yang datang menagih hutang
Dan merampas setiap cent yang tersisa…

Mari menunduk sejenak… sejenakkk saja…
Mencoba melihat kebawah…
dan menyadari bahwa ternyata…
ada ratusan juta rakyat Indonesia…
yang barada dibawah garis kemiskinan.

Terlepas dari siapapun yang akan menjadi pemimpin dinegeri ini,
JANGAN JADIKAN KAMI HANYA KOMODITI DAN PROPAGANDA
Kami benar benar nyata… Kami benar-benar ada..
Apakah data yang ada ditangan kalian, sudah benar-benar riil?

Jangan menutup mata,.. jangan tidak peduli…
Jangan menepuk dada, karena hasil yang diraih, belum apa-apa.

Kita mengklaim dengan bangga,
bahwa bangsa kita sudah makmur,
Hasil bumi kita berkelimpahan…
Rakyat hidup makmur dan sejahtera…

Tapi mari kita bertanya pada diri kita masing2…

Apakah SELURUH rakyat sudah merasakan kelimpahan itu?.
Apakah SELURUH rakyat sudah mencicipi nikmat dari Tuhan untuk negri ini?

Indonesia ini negara yang KAYA…
Miris rasanya membaca berita,
bahwa ada rakyat kita..
termasuk penduduk termiskin didunia..
Justru dinegara yang kaya raya..
Gemah ripah loh jinawi…

Wahai bapak-ibu di Pemerintahan…. Siapapun Anda…

BERHENTILAH mengklaim bahwa kalian semua sudah sukses…
Bahwa apa yang kalian kerjakan selama ini…
sudah mengentaskan kemiskinan dari negeri ini…

Bukalah mata kalian lebar-lebar…
Lihat kami disini pak, ibu… lihat…
Bahkan untuk menguburkan anak kami saja,
kami tidak sanggup….. *baca posting ini.

Jangankan menyewa ambulance untuk menghantar
Jasad anak kami pada peristirahatan terakhirnya…
Membeli kain kafan pun, kami tidak sanggup.
Tubuh mungil tak bernyawa itu,
Akhirnya hanya berbalut sarung lusuh
Dan kehangatan cinta yang kami punya.

Ya… Karena cuma itu yang kami punya…

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang terhormat…
Mari,… kita tundukkan kepala sejenak,…
Kita pikirkan sama-sama…
Bagaimana mengentaskan kemiskinan dinegeri ini
Supaya kami tidak lagi harus mengais rejeki…
dengan menjadi tenaga kerja rumah tangga… dinegri orang lain.

Karena sudah saatnya,
Kita menjadi TUAN RUMAH, dinegeri kita sendiri…

Ya, Jadikan kami Tuan Rumah, dinegeri kami sendiri… INDONESIA YANG KAYA RAYA ini.

Para pejabat, berhentilah memperkaya diri sendiri…
Kami tahu, anda berhak menikmati kekayaan kalian…
Tapi tidakkah kalian sadari…
Semua yang kalian punyai, hanyalah titipan Allah…

Berbagilah dengan rakyat yang kurang beruntung…
Berhentilah berfoya-foya sejenak, diatas gelimangan harta anda..
Tengoklah kami disini,…
Lihat lah kami…

Rakyat ini sedang menangis…
Melihat anak-anak yang satu persatu
Meninggal karena busung lapar
Atau karena penyakit yang terkadang sepele.

//infoindonesia.files.wordpress.com/2008/03/busung_nova_maulana_05.jpg� cannot be displayed, because it contains errors.

Masih banyak Khairunnisa-Khairunnisa lain diluar sana..
Masih banyak bayi-bayi busung lapar diluar sana
Apakah itu cukup membuat hati anda tergerak?
Masih banggakah anda dengan klaim keberhasilan ada
Ketika tahu ada kami yang menangis disini?…

Tidak banyak yang bisa hidup berkelimpahan seperti kalian…
Jadi bersyukurlah, dan belajarlah untuk peduli…
Ulurkan tangan kalian… raihlah tangan kami…
Genggam yang erat, jangan lepaskan…

Karena kehadiran kami didunia ini…
Diijinkan Tuhan… untuk membantu anda…
Menjadikan hidup anda…
BERHARGA.

Mari peduli, Mari berbagi…

Silly,
Jakarta, 26.06.2009 @ 01:16 AM

Tags: , , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

18 Responses to “MARI MELIHAT KEBAWAH.. MARI PEDULI”

  1. Hamster Copo says:

    Hiii…aku jadi berinding kalo melihat mereka semua..
    itu membuktikan bahwa bangsa ini masih banyak rakyat yang membutuhkan uluran tangan dari orang–orang yang mampu,,tapi kenapa para pejabat seolah tidak mau tau,,mereka hanya mementingkan perutnya sendiri tidak memperdulikan perut–perut orang yang terkena busung lapar..
    Kita sebagai orang yang diberikan dengan hidup bercukupan dan sudah melihat saudara kita yang mengalami kekurangan,,masihkah akan melupakan mereka?? seharusnya kita merasa bersalah dan berdosa telah melupakan mereka..

  2. Chic says:

    dan para pejabat itu malah sibuk berantem sindir-sindiran di atas sana.. negara apa ini.. :cry:

  3. Hamster Copo says:

    Mumpung pertamaaaax…
    Apa mungkin ini sudah ditakdir oleh yang maha kuasa,,bahwa ada orang kaya yang tidak peduli sama rakyat kecil dan rakyat kecil yang membutuhkan uluran tangan dari kita..seperti layaknya:
    Matahari dan bulan
    Siang dan malam
    Laki–laki dan perempuan
    Bumi dan langit
    Atas dan bawah
    jadi tidak akan ada yang bisa mengubah takdir itu,,seperti layaknya dinegeri paman sam yang terkenal dengan negara maju..itu saja masih banyak orang–orang miskin dan tidak terurus,,jadi takdir itu tidak bisa dirubah lagi!!kita hanya bisa menolong mereka ’seiklas’ kita bukan semampu kita lhoo,,karena menurut aku kalo menolong semampu kita tapi kalo tidak didasari iklas itu sama saja boong yang terpenting ‘iklas’

  4. sintingmaut says:

    Belakangan ini tulisan loe agak berat ya mba….
    akhirnya gw menemukan lagi aura loe di postingan ini :D
    hehehe, gw suka…

    berasa banget kalo loe punya jiwa sosial yang sangat-sangat tinggi
    percaya ga kalo tulisan bisa merubah dunia??
    semoga tulisan ini bisa memberi kontribusi atas penyadaran orang-orang yang ada disana termasuk gw pastinya untuk lebih aware terhadap kondisi masyarakat kita saat ini, ngga semuanya bisa pergi ke Zara buat ngabisin duit, tapi banyak yang masih jauuuh dibawah garis kemiskinan….

    ayo mba… gw suka banget tulisan-tulisan sosial loe…

  5. sibaho way says:

    mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, saudara, tetangga dan seterusnya. karena jika kita hanya mengandalkan pemerintah, sepertinya butuh waktu lamaaaaa sekali. nice!

  6. mamisinga says:

    let’s do something :D

  7. dilla says:

    Kalau bukan dari diri kita sendiri yang memulai siapa lagi?
    *bedoa supaya orang-orang yang peduli tentang kemiskinan ini makin banyak dan mau memberi bantuan secara riil*
    mengharapkan pemerintah? sepertinya percuma.. *sigh*

  8. Ninta says:

    *tears*

    thanks to remind us sil….

  9. Ade.bun says:

    **merinding**
    Postingannya ‘menggetarkan urat nadi’ mba…lbh menyentuh (walau postingan lain jg gag kalah greget)
    Mudah-mudahan, bisa “nyampe” ke hati orang2 yg berwenang, lha kalo saya khan, cm rakyat jelata yg gag bs protes, tp bukan berarti gag bs berbuat apa2 siey…paling tdk, di lingk.terdekat dlu.

  10. andyan says:

    what should i do..
    what should i do..

  11. Roy says:

    Setuju sama mbak Ade.bun

  12. Roy says:

    Maaf belum selesai kepencet send :)

    Silly, this is crazy! Saya laki-laki, dan harus mengakui bahwa kadang kami tidak/kurang peka sama hal begini-begini. Terus terang juga saya jarang merinding kalau membaca tulisan orang.

    Tapi yang ini, serius, Anda berhasil membuat saya merinding, sekaligus merasa dada saya tergetar. Apa yang dikatakan mas sintingmaut diatas benar loh. Tulisan anda punya kekuatan, dan sama seperti yang lain, saya juga berdoa semoga tulisan silly ini bisa merobah dunia. Amin.

    *sumpah masih merinding, baca lagi yah*

  13. Pemilih.com says:

    Sillystupidlife: MARI MELIHAT KEBAWAH.. MARI PEDULI…

    Ketika tidak ada lagi beras yang tersisa…
    Dan tidak ada lagi lauk yang bisa dia sajikan untuk anak-anaknya esok hari.
    Uang yang dibawa suaminya…
    Ludes di rampok rentenir yang datang menagih hutang
    Dan merampas setiap cent yang tersisa…
    Mari…

  14. -GoenRock- says:

    Dan para pejabat yang korup ikut menanggung dosa yang besar akan semua ini :|

  15. _ta says:

    Ah…
    Bisakah kita?
    Mampukah kita?
    Maukah kita?
    Sekedar mengulurkan tangan, merangkul mereka..
    Mengatakan kita ada,kita peduli,kita merasakan,apa yg mereka rasakan. Karena mereka adl kita.

    *sumpaaah,pgn nangis bca posting yg ni sm yg sblumna,pluk2 mbak sill*

  16. Sammy says:

    Wah, tulisan anda masuk aggregator pemilu yah? Hebat Sil. Sebetulnya saya tidak terlalu heran. Tulisan2 anda memang layak untuk dipajang disana, selalu kaya dan berisi. Betul kata bung Roy, saya juga tergetar hebat membaca tulisan ini, rasanya mustahil kalau bapak-bapak diatas sana tidak tergugah membaca ini. Kalau kata anak muda jaman sekarang, ‘nendang banget’ nih sil, hehe. :)

    Saya juga geram mendengar salah satu pasangan yang dengan pongah mengklaim negara ini sudah makmur, harga-harga turun 3x, BBM turun 3x (apakah mereka ingat BBM NAIK beberapa kali?) Apakah kebebasan pers betul-betul sudah diaplikasikan dengan baik dinegeri ini? Berapa banyak dana yang sudah dialokasikan untuk mengentaskan kemiskinan?. BLT bukan solusi, karena dananya juga diambil dari utang negara. Ya, semoga mereka peduli.

    btw, saya suka kalimat ini, “sudah saatnya kita jadi tuan rumah dinegeri kita sendiri” :)

  17. tuteh says:

    Mari…
    Kita bergerak,
    Kita mulai,
    Kita berikan contoh.

    Tapi kadang…
    Kalo udah ada yang mulai,
    Yang posisinya ‘diatas’
    CUEK BEIBEEEEH… ou ou… I cuek beibeeeeheh…

    Well, sist, hepi wiken ye heheheh :)

  18. warm says:

    tuh, yg padae nyalonin buat presiden, buka mata hati kalian, ya

Leave a Reply