TIME TO SPEAK OUT…

Ok,  dalam rangka hari AUTIS sedunia, 2 April…. Saya ingin menggugah anda semua…

Please… STOP MENGGUNAKAN KATA “AUTIS” DALAM BERCANDAAN ANDA SEHARI-HARI!!!

Dulu ketika memutuskan untuk menulis pada sillystupidlife… tidak pernah terpikir saya akan punya interaksi dengan dunia maya ini. Dunia dimana akhirnya saya menemukan banyak sekali sahabat :)

(Terima kasih sudah menerima saya menjadi sahabat kalian… I love you guys :) )

Yang terbayang dulu hanya nyampah, nyampah dan nyampah…. Menumpahkan semua isi hati saya dan mengeluarkan semua uneg-uneg tanpa menyakiti hati orang-orang yang ada disekeliling saya.

Lalu lahirlah karakter silly,… yang mewakili seluruh rasa yang meluap dan ingin saya keluarkan dalam diri saya.

Let’s say,Silly is a dark side of me… Dark Side of my character. Dan saya tidak pernah malu untuk mengakui ini…. As I know,… everybody has their own dark side character in their life.

BOONG AJA KALO ENGGAK… Kalo ada yang karakternya baek2 doang semua… saya sembah-sembah deh… Anda layak masuk surga!!!, hehehe… :)

Dan karena saya hanya ingin nyampah,… tapi tidak ingin diganggu oleh pria-pria hidung belang didunia blogoshpere… saya mencantumkan kalau saya ini thirthy something,… sudah menikah dan punya anak, bernama Anya… which is came from this words… ANak saYA… ANYA…

Kenapa saya menutupi identitas saya? Apa karena saya pengen keganjenan???… Hahaha… TIDAK sama sekali.

Gak ada! Tidak ada intensi apa-apa… Saya hanya ingin nyampah tanpa ada yang tahu siapa saya… Hanya ingin menumpahkan kekesalan saya pada hidup,… pada org-orang disekeliling saya,.. pernikahan saya yg very complicated,… kehidupan yang kadang tidak berpihak pada saya… dan pada kelelahan saya menghadapi buah hati saya,… yang memiliki kebutuhan khusus… AUTIS!!.

Mungkin bagi sebagian orang, tidak penting,… bahkan beberapa dari kalian menjadikannya sebagai bahan OLOK-OLOKAN dan BECANDAAN SESAMA BLOGGER… *pentung-pentung*

But by the time being,… everything changes….

Semakin lama… semakin banyak saya menumpahkan sampah-sampah hati saya… Semakin saya merasa… Walaupun ada banyak alasan untuk saya menangis,…  Namun SELALU ADA SEJUTA ALASAN yang membuat bisa saya tersenyum dan mengucap syukur akan apa yang Tuhan hadirkan dalam hidup saya.

***

I. AWAL MENULIS

Diawal-awal saya tidak pernah mengakui kalau anak saya autistic. Yang saya tahu hanayalah membiarkan setan liar dalam diri saya menumpahkan semua sumpah serapah dalam hati saya melalui tulisan-tulisan saya. Saya tidak ingin nama saya didunia nyata, yang memang sudah banyak berkecimpung dibidang sosial menjadi rusak dan ternodai hanya karena emosi & nafsu liar sosok silly yang saya create.

Mari berkenalan dengan Sosok Silly…

Silly is a very independent woman, cerdas, tegas dan tahu betul apa yang dia mau. Tidak takut pada apapun, dan tidak suka bergantung pada siapapun.

Terkadang Silly memang berubah menjadi sosok manja… yang dulu sempat saya “bunuh” karena rasa marah saya pada kehidupan, pada orang tua saya…. Kedekatan saya kembali dengan papa membuat saya kembali menjadi seekor “Kitten”…. Anak kucing yang manja… yang akan sangat jarang sekali bahkan hampir tidak akan pernah anda temui ketika berhadapan dengan my real me…

(Bokkk… Gimana mo manja??,… mo saingan ama anak??, Ahakhakhakhakhakhakhakhakahakhak).

Dan kedekatan dengan papa saya melahirkan “kitten” itu kembali dalam diri saya.

Tapi entah kenapa,… mungkin karena kesintingan saya,… tahu-tahu tulisan-tulisan saya malah banyak yang baca. Dan semakin sering saya nyampah… semakin banyak yang ikutan ngakak guling-guling di blog ini, hahahahahhaha…

*pentung nihhhh,…. pentung nihhh* :P

***

II. STARTED TO ADMIT THAT MY KID HAS A SPECIAL NEEDS

Semakin banyaknya teman-teman yang membaca tulisan gila ini membuat saya mengurungkan niat untuk menulis dan mengakui kalau anak saya AUTISTIK… Terutama ketika membaca tulisan teman-teman blogger… yang dalam tiap KOPDAR selalu menuliskan tentang keriuhan mereka, namun disatu sisi tiap blogger selalu sibuk dengan laptop dan BB masing-masing.

Mereka mengolok-oloknya dengan menggunakan kata… BLOGGER AUTIS.

Hal yang cukup melukai hati saya sebetulnya… Hanya saja…. saya tidak ingin menghilangkan kesenangan teman-teman saya bercanda-canda dengan menyatakan perasaan saya… Saya lebih memilih untuk melupakan perasaan saya,… dan pura-pura ikut tertawa bersama sahabat saya… which is really hurt actually :)

Belakangan… Saya mulai menghentikan menulis hal-hal yang negatif… yang hanya berisi keluhan-keluhan saja… Saya mulai melihat anak saya, ANYA… sebagai ANUGRAH YANG TERINDAH… dan mulai menulis betapa saya cinta pada anak saya, pada semua anak-anak yang senasib dengan anak saya.

Saya lebih beruntung, karena Anya diberi TALENT yang luar biasa oleh TUHAN… diusia dini dia sudah pandai bermain PIANO… alat musik yang sangat saya sukai, dan bisa bikin saya termehek-mehek jika melihat orang bisa bermain piano.

Tapi bagaimana dengan orangtua lain yang anak autisnya lebih parah dari anak saya, yang tidak seberuntung Anya???

Dan ketika dikehidupan nyata… saya semakin hari semakin banyak berhadapan dengan anak-anak autistik… dan melihat betapa lelahnya orangtua mereka… STRUGGLING WITH THEIR AUTISM KIDS… maka sekaranglah saatnya saya bicara…

***

III.STOP MENGGUNAKAN KATA “AUTIS” DALAM BERCANDAAN ANDA SEHARI-HARI!!!

“LOHHH???… Kok gitu sih?, kenapa mesti dibawa-bawa perasaan sih sil?… Ahhhh, Silly gak asik nih,.. Gak asikkk banget anaknya. Gak open minded… I thought you’re smarter than that, Sil !!!”

Iya,… Mungkin ini yang akan kalian bilang ketika membaca ini,… Tapi ketika kalian semua tahu betapa sulitnya memiliki anak-anak autistik, bagaimana setiap hari kami menangis membesarkan mereka… mungkin kalian semua akan berubah pikiran.

Saya tahu konsekwensinya, bahwa setelah ini mungkin ada beberapa teman yang tidak suka pada saya,… but I’ll take the risk…. Saya tahu kalian sahabat saya selama ini… jadi saya yakin kalian akan mengerti mengapa saya… BICARA.

Saya tidak suka ketika mendengar orang menggunakan kata-kata AUTIS dalam setiap olok-olokan sehari-hari…. STOP USING AUTIS ON YOUR DAILY JOKES

Coba inget-inget lagi dehhh….

Pernah nggak kita bercanda bilang,… “Ih, Gue asik banget sama iPod/BB/HP gue, berasa autis dehh”.

Pernah nggak, kita menegur teman yang tampak asyik sendiri dan bilang,… “Autis banget sih loe!!! Ngumpul bareng yang lain dong!!!!”


Pernah nggak, kita mendengar teman kita bercanda seperti itu dan kita ikut tertawa????

Setelah itu… Bayangkan ini…. Pernah nggak kita membayangkan,… Sebentaaar saja…. kita menjadi orangtua dari anak autistik….

Bayangkan bahwa berkomunikasi dengan anak yang menjadi curahan jiwa ternyata sangatlah sulit…

Kita tatap matanya dengan penuh cinta,… tapi dia tak membalas…

Kita peluk dia dengan penuh kasih sayang,… tetapi ia menghindar….

Kita ajari dia dengan kesungguhan yang penuh,… tapi ia malah mengacuhkan anda,…  bahkan tidak peduli.

Kita jagai dia dengan penuh kehati-hatian… tetapi dia malah mencelakai dirinya sendiri dengan memotong tangannya, menyetrika jari jemarinya, bermain tanpa menyadari bahaya sehingga membuat dia terjatuh dan kepalanya bocor…

Pernah gak kita membayangkan… sebentarrrrr saja… menjadi orangtua dari anak atuistik…

Ketika kita bingung bagaimana menghadapi saat-saat dia mengamuk tanpa sebab yang jelas…

Memukul-mukul dadanya karena tidak tahu rasa apa yang ada didadanya… Yang dia tahu hanya dadanya sakit… dan dia berharap dengan memukul dadanya… rasa itu akan hilang???…

Pernahkah kita membayangkan rasanya ketika melihat anak kita memukul-mukul kepalanya ketika dia marah dan tidak tahu bagaimana mengontrol perasaannya sendiri…

Membenturkan kepalanya ketembok atau kelantai, karena dia tidak tahu apa yang membuat kepalanya sakit… Dia hanya berharap ketika membenturkan kepalanya ketembok… rasa sakit itu akan hilang….

Pernahkah kita tahu…. bagaimana rasanya ketika kita mencoba untuk memeluk dan menenangkannya… dia malah menggigit kita…???

Ketika kita anak-anak lain sudah bersekolah, anak kita bahkan belum bisa berkomunikasi sama sekali….

Lalu sekarang bayangkan,…. KITA,…  melihat orang lain yang bercanda seperti tadi. Bagaimanakah rasanya?

Semoga Anda tergugah…. Stop bulliying our feelings, as a parents of autism child… by using our kids dissorder as your DAILY JOKES!!!

Ya, berhentilah “melukai” perasaan orangtua dari anak-anak autistik… dengan menggunakan kata-kata AUTIS sebagai bahan olok-olokan sehari-hari… They have struggling enough with their kids. Jangan lagi tidak peduli dengan melukai perasaan mereka, karena saya tahu… kita semua… anda dan saya… adalah… BLOGGER PEDULI. :)

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

82 Responses to “TIME TO SPEAK OUT…”

  1. Embun says:

    Salib itu berat… tapi tetap harus sampai ke tempat tujuan.
    Besok Minggu Palma, sambut the King.

    Jadi nyampah disini boleh ya??? asyiikkk…

  2. warm says:

    menggunakan kekurangan orang sebagai bahan candaan memang gak ada bagus-bagusnya.
    salut buat sampeyan yg berhasil menyadarkan beberapa gelintir manusia yang tersesat ke jalan yang salah :D
    ok, mbak ..

  3. dwi says:

    Silly……… *peluk-peluk sambil snif snif mata terharu*. Beneran terharu gw baca deskripsi loe ttg kita, kehidupan orang tua yang mempunyai anak autis.

    Thank’s udah posting ttg ini ya Jenk. Mudah mudahan semakin banyak orang yang lebih peka, lebih peduli dan mengerti.

    cheers,
    dwi

  4. nadia febina says:

    Sill… you’re a blessed woman, proud to have a friend like you, dear.. :)
    Langsung postingan ini gw post di facebook profile gue…

  5. [...] Setelah acara penyerahan bantuan berupa alat2 musik selesai, kita kembali dijamu dengan kupat tahu!! Yay! makan bareng2, sambil nonton salah satu murid penderita down syndromme tampil membawakan tari jaipong. Memang bener mereka perlu banget bantuan berupa alat musik ini, karena musik yang katanya bahasa universal itu toh memang bisa dinikmati semua Sambil itu, kita juga ngobrol-ngobrol santai sama beberapa guru. Di SLB Banjaran ada beberapa murid penderita tuna rungu, tuna wicara, cacat fisik, down syndromme, dan autis. Serasa kembali diingatkan buat semua kita untuk nggak lagi becanda-becanda menggunakan kata “autis” atau asyik sendiri. Sadar kan, kita apalagi yang seringkali diem di balik monitor komputer, asyik sendiri. Belum lagi yang pake blackberry, asyik sendiri juga. Penggunaan kata autis rasanya udah terngiang dimana-mana, dalam becandaan sehari-hari tanpa kita sadar betapa beratnya kalau kita beneran menghadapi orang dekat kita yang autis. Makasih ya udah ngingetin Jeng Sil [...]

  6. Silly says:

    @-GoenRock- :

    Jadi jangan dipake lagi ya gunnn… *pentung*

    @podelz :

    Thanks for undertanding our feelings.

    @rukia^^:

    Thankkkk youuuuuuuuu :)

    @borsalino :

    Iya, life goes on. Semoga kali ini saya dikasih peran yang lebih ringan.

    @Embun :

    Hehehehehe… kang karjoooo, kegereja nteu’ ????

    @warm :

    Thanks om warm.

    @dwi

    Hugggggggggggssssssssssss…

    Ahhh, menjadi orang tua anak2 special ini bikin kita kaya yah… Kaya air mata… tapi juga kaya senyuman dan tawa haru.

    Semoga orang tahu betapa tidak mudahnya kita menjalani ini semua, dan peka untuk tidak lagi menjadikan itu sebagai bahan olok-olokan dalam pergaulan sehari hari.

    Salam sayang saya untuk Leon yah.

    @nadia febina :

    Ahhh, nadia cantik… makasih. You know I am so proud of you, as well… punya sahabat yang cerdas dan cantik sepertimu sangat menyenangkan. Wish oneday we can meet each other yah.

    @Blogger Bandung ke SLB by Shasya……:

    Dear, what you have doing there is very touchy and incredible.

    Ahhh, bangga gue jadi temen loe shasya… :)

  7. sherinesky says:

    jujur ya, aku malah bercita2 untuk bisa bekerja sama dengan anak2 autis. untuk itulah aku berjuang dan bertahan hidup di negeri orang..demi mereka :) ga cuma autis, tapi juga yang ADHD, dan mental challenge.. dan mba silly sayang, berbahagialah dan bersyukurlah karena mba memiliki seorang anak autis :) tanya kenapa? penjelasannya kapan2 aja di privat..hehehhee..

  8. -Lie- says:

    Dan tulisan saya yang ada kata-kata autisnya pun sudah saya ganti hihihihhi

  9. [...] ‘nais inpo gan’ wkeekeke…. Stop Using The Word ‘Autis on Your Daily Jokes Time to Speak Out Word ‘autis’ in Your Daily [...]

  10. Silly says:

    @sherinesky :

    Aduhhhh, terharu loh aku baca tulisanmu, dan link yang ada di blog kamu. Makasih ya dear. Kamu emang berhati mulia. Semoga ada banyak orang yang peduli seperti kamu…

    Hugsssssssss. Thank yahhh. Sumpah terharu loh :)

    @-Lie- :

    Good. Makasih yahhh dear :)

    @Rafizeldi’s :

    Makasih banyak mas, untuk ikut mendukung gerakan ini.

    Ahhh rasanya dunia makin indah yah, kalau kita saling mensupport satu sama lain, even kita belum saling mengenal.

    Thanks to techology :)

  11. ocha says:

    hi mbak…

    *peyuk2 dulu*

    lama daku gak onlen, buka YM dikasih ini. ok mbak, pengen aku copy en ngasih ke orang2 sekitar yang sering banget pake kata ini. terharu daku bacanya…

    be strong mbak. :)

  12. [...] >>Stop menggunakan kata AUTIS utk joke sehari2.; >>Forum Autisme Indonesia; >>Kisah dari salah satu ortu anak autis. Possibly related posts: (automatically generated)Tentang saya dan jilbab bag. 2Pertanyaan tentang [...]

  13. naanda says:

    gitu ya mbak….ok than.. :)
    eh salam kenal y mbak… ^_^ tulisan kmu seru2..

  14. tya says:

    mba sil… aku nyesek banget baca postingan kamu yang ini.. walopun blom punya anak tapi aku terharu, huhuhu

    well.. aku yakin mba silly wanita yang kuat dan nyatanya memang kuat. cheers :)

  15. rudy says:

    To Mrs Silly

    A very touching words you wrote here. Asking a permission to post it on my facebook URL reference, may I?
    Sebagai bahan pembelajaran kepada mahasiswaku bahwa kekerasan verbal itu bukanlah sesuatu yang harus dianggap sangat ringan dan diucapkan sebagai everyday “jokes on the go”

  16. Astrid says:

    karena ada topik ttg ini di ngerumpi.com jadi mampir baca kesini deh..hihi..
    salam kenal yaa…

  17. Silly says:

    @ocha :

    Thanks ya say. I’m strong kok. Anak saya sudah jauh lebih baik sekarang, malah lebih cerdas dari yang lain. Tapi tentu saja ini gak gampang, tiap orang tua autistik pasti sudah ngalamin yang namanya nangis2 darah…:(

    at the and, semua akan memetik buah yang manis kok :)

    @~NDUTYKE :

    Tyke… apa khabar?. Thank you for the link yahhh :)

    @naanda :

    Hi naanda… salam kenal juga. Makasih yahhh udah mampir :)

    @tya :

    Iya, thanksssss…. semoga org bisa merasakan bagaimana kami menghadapi anak autistik. Sulit, tapi ini membuat kami sanggup tertawa dua kali lebih lebar dari org lain, menangis dua kali lebih hebat dari yang lain, namun bahagia… beribu kali lebih besar, dari orang lain :)

    Makasih supportnya yahhhhh :)

    @rudy :

    Mas Rudy, minta maaf, baru bales, karena sedang sibuk. Semoga linknya sudah dipasang. Sebetulnya tidak perlu ijin, mas Rudy masang link itu aja saya sudah bersyukur Alhamdulillah puji Tuhan. Semakin banyak yang menyebarkan ini, akan semakin baik.

    Makasih yahhh :)

    @Astrid :

    Salam kenal Astrid… selamat bergabung di ngerumpi.com yahhh… Senang rasanya dapat teman2 baru yang buanyakkkk banget :)

    Makasih dear (hugggggggsss)

  18. anonim gapapa kan? says:

    aku dulu autis, beberapa temen ku yang dokter cuma anggep gejala schizophrenia ringan. tapi lebih banyak yang anggep aku cuma cari perhatian. No one cares.

    aku dulu selalu ketakutan, pernah njerit njerit gak karuan cuma karena sendirian. padahal di dalem rumah sendiri, dan ga ada apa apa. tapi njerit sampe kepala mau pecah denger teriakan diri sendiri
    aku selalu niup niup tanganku kayak orang kedinginan di kutub, padahal cuaca jakarta panas, temen temenku selalu ngeledek, bahkan ada yang tanya “kamu berapa kali sehari niup tangan?” dan aku tetep niup, sampe aku kehabisan napas, dan semua anak di kelasku ketawa.
    seperti yang sering, mungkin mbak silly alami, anak suka tiba2 nangis sendiri, atau loncat2 kegirangan. aku juga gitu, aku pernah, lari lari di dalem kelas, karena excited, gembira, jam 6 pagi dan ga tau karena apa. aku ga pernah bisa komunikasi dengan baik ketika SD, lebih banyak diam, tapi aku pintar, aku tau, karena nilai matematika ku selalu paling bagus, bahkan saat itu aku lebih pintar dari guruku, karena guruku pernah kasi soal yang jawabannya salah (waktu itu masih pilihan ganda) dan semua anak mendekatiku cuma buat nyontek.
    tapi selebih itu ya aku cuma buat bahan ejek ejekan.

    waktu SD, sebelum ujian, aku pernah menjerit hiteris seakan stress saat mau ujian di kelas, di depan kakak kelasku, semua orang heran dan ngeliatin aku. tapi seketika aku diam, trus ngerjain soal kayak biasa, sejujurnya aku malu sama diriku sendiri, dan orang tuaku nggak se supportif mbak silly, seperti yang aku bilang, aku selalu dianggep cari perhatian, apalagi mereka selalu pergi kerja.
    aku dulu bahkan punya pembantu 2, dua duanya ngelaporin “kenakalanku” mulai dari aku ga pernah bisa buang air besar di kamar mandi *selalu bab nya di depan pintu kamar mandi* bahkan sampe nyabut gigiku sendiri yang sehat. aku selalu dikurung, di pukul pake sapu, disakiti. aku ga berani buka mulut, ga berani curhat.

    pokoknya aku cuma bisa nanamin ke diri aku sendiri
    aku aneh
    dan aku aneh yang di benci
    dan kalo aku mau disukai aku ga boleh aneh

    itu susah banget, kadang aku ngerasa, ada sesuatu yang bikin berdebar debar,padahal saat itu aku cuma bengong di kasur, atau saat makan, tiba tiba pengen nangis, mengharu biru, tapi sumpah itu makanan ga pedes

    aku tau aku selalu kesulitan ngontrol emosi, tapi ini ga pernah ku keluarin di depan orang lain, waktuku pun lebih banyak sendirian, orang tuaku ngasih kamar yang lengkap dengan kamar mandi pribadi, ruang tivi dan komputer ples akses internet unlimited, jadi mereka bisa jarang nemui aku. aku bisa hitung, 17 jam mungkin dalam hidupku perhari ya sendirian di kamar

    aku pernah coba curhat ke ibu ku, tapi tau gak, ajakan ke psikolog cuma ejekan ibuku ke aku. ibuku pernah bilang saat marah “DASAR ANAK GILA KAMU, MAU MAMA BAWA KE PSIKOLOG AJA??!!”
    aku bilang “mau!”
    tapi abis itu ibuku ga mau ngomong sampe 2 hari ke aku.

    apa sekarang aku udah sembuh? aku gak tau, tapi aku punya teman “normal” dan dalam sejarahku aku selalu sekolah di sekolah “normal” bahkan sampe kuliah ini,
    kuliah pun dulu, aku pernah di hukum, suruh teriak teriak di depan lapangan “AKU ANEH, AKU GILA!!” sama seniorku karena aku mumbling ga jelas pas upacara, dan aku ga sadar saat itu apa yang aku mumbling in.
    dan ketika komunikasi, teman temanku kadang masih ga paham apa yang aku omongin, apa yang aku buat sebage joke, karena kadang ga lucu dan aku ketawa sendiri, atau aku ngomong hal yang ga nyambung sama yang lagi diomongin

    tiap di tanya aku cuma bisa jawab “eng.. lagi capek, sory ga fokus”
    tapi overall, setelah bertahun tahun ini, aku tau apa yang di rasakan anak2 autis itu, mereka semua ketakutan, dan mereka butuh care, percaya deh. mereka sebenernya melihat apa yang mereka lakukan, cuma mereka ga bisa ngendaliinnya.

    nah buat beberapa orang yang nganggep aku schizophrenia, alasannya karena aku melihat keanehanku itu, kata mereka sih, anak autis itu harusnya gak sadar batas normal dan ga normal. tapi yah.. aku ga tau mau di bilang autis atau schizophrenia sekarang, aku berani bilang ke dunia aku ini orang normal, dan anak anak autis itu nantinya, suatu hari nanti, semoga, ga akan dianggap “aneh” lagi, tapi akan dianggap normal.

    sorry kalo jadi panjang :)

  19. Silly says:

    Dear Anonim:

    Gapapa kok, gapapa banget. And thanks for sharing your story hear.

    You know something dear. Kamu justru hebat dengan belajar mengenali apa yang tidak benar dalam diri kamu. Itu prestasi. Tidak banyak orang yang berani mengakui kalau mereka memiliki kekurangan. Umumnya orang sibuk menonjolkan kelebihan mereka masing2.

    Aku sih gak berfikir apa yang kamu cerita ini sama dengan Schysprenia. Sama sekali bukan. Autism juga bukan satu hal yang tidak baik kok.

    Mereka hanya sedikit “berbeda” dengan anak Neurotopical (NT) atau normal lainnya. Tapi tidak lantas membuat mereka lalu dianggap aneh dan cacat atau bahkan dianggap gila.

    Tidak. Ini yang berusaha aku hilangin dari pandangan masyarakat.

    Btw, boleh share gak cerita kamu di ngerumpi.com… disana kami perempuan2 muda bicara banyak hal, apa aja… termasuk salah satunya topik BlackBerry yang mengacu ke Autism… lalu muncullah topik ini lagi.

    Ohya, satu lagi… aku pengen banget tukar pikiran sama kamu. Email aku dong, boleh yahhh… send it to: sillystupidlife@gmail.com

    Ditunggu emailnya yahhh… nanti kita cerita2 lagi.

    Ohya, satulagi… I’m very happy to read your story here. You know, ada banyak sekali anak2 autis yang brhasil ketika mereka udah dewasa. Itu karena mreka hanya focus pada apa yg mreka suka, dan terkadang justru tidak peduli pada hal lain. Anak autis umumnya pekerja yg precise, gak suka bohong karena menurut mereka bohong itu salah… mereka hanya tahu salah dan benar… dan tidak ada wilayah abu2 dalam hidup mereka.

    So, I’m proud to know you.

    Don’t forget to Email me, okay? :)

  20. [...] tidak menggunakan kata ‘AUTIS’, waktu itu yang gw pegang cuma postingan mba Silly yang ini, beberapa kisah gw quote dari situ dengan harapan bisa membantu membuka mata teman-teman yang lain [...]

  21. Anne says:

    Hallo,
    saya juga sedang kepikiran sama orang2 yg makin sering menggunakan kata autis seenaknya. misalnya sedang sibuk menggunakan fasilitas messenger blackberry, mereka menyebut diri mereka sendiri ‘autis’. saya ngga ngerti. saya pengen nulis ttg hal ini juga di blog saya, kalo boleh, dan diijinkan, saya ingin link postingan kamu ini, kalo nanti saya menulis di blog saya ttg masalah ‘jangan ngomong autis seenaknya ‘. Gimana, dpt excuse nya kah ?? :)
    btw, salam kenal..

  22. Silly says:

    @Anne:

    Permission Granted!. Saya justru akan sangat sangat bahagia kalau mbak mau sukacita melakukan itu, tanpa unsur paksaan. Really-really appreciate that.

    Psting ttg autism yang terkait dengan ini juga ada disini:

    http://sillystupidlife.com/2009/07/09/kenapa-sih-gak-boleh-becanda-pake-kata-autis-lo/
    http://sillystupidlife.com/2009/07/27/special-thanks-to-ari-dagienkz-and-tweeples/

  23. hanik says:

    wow… benar2 menggugah hati banget… terharu juga…
    ijin buat di posting di blog-ku sama facebook ya mba… ^^

  24. Eremeeff says:

    Hello,
    Where are you from? Is it a secret? :)
    Thank you

  25. Dian says:

    Mohon izin share linknya di FB saya.

  26. eline says:

    Hi Sil, udah ketinggalan kereta kali nih sy (khakakak……), tapi boleh gak image/banner stop autism nya sy taro di blog sy? Thanks ya, cantik.

  27. ael says:

    saya sering dibilang kaya gitu juga, mbak :)

    *mohon berkenan tulisannya saya kopi paste untuk note di facebook saya, dengan menyertakan sumber tulisan ini tentunya*

    salam,
    ael

  28. Silly says:

    @Ael:

    Silahkan… :)

    SEmakin banyak yang menyebarkan akan semakin banyak yang peduli :)

    Terima Kasih yaaaa

  29. ael says:

    Matur nuwun, mbak silly

    oiya, minta ijin untuk masang bannernya juga ya di blog saya. Terima Kasih :)

  30. Silly says:

    Boleh banget mas, silahkan…. thanks yahhhhh….

    ini aku kasih sekalian code htmlnya deh, biar gak repot :)

  31. Silly says:

    ahhh, maaf, gak berhasil, malah keluar gambar bannernya deh…

  32. ael says:

    sudah kok, silahkan dicek di halaman saya, mbak.. matur nuwun :)

Leave a Reply