APOLOGIA : A Father’s Letter to A Son… (AIDS)

Beberapa bulan yang lalu, saya menemukan surat ini dipost oleh seorang bapak untuk anaknya…

Saking terharunya, saya lalu berniat menuliskan kembali tentang mereka. Tapi Jujur… saya tidak sanggup menuliskan artikel ini… Sudah berbulan-bulan artikel ini teronggok dikolom draft saya, tanpa sanggup saya selesaikan…

Setiap saat saya mulai membuka artikel ini, saya membaca lagi tulisan beliau… dan saya kembali menangis terharu… :(

Tidak… saya tidak cukup layak untuk menuliskan cerita mereka, tidak cukup pandai untuk melukiskannya seindah tulisan sang ayah. Tidak cukup pandai untuk menggambarkan betapa besarnya cinta sang ayah pada anaknya.

P1010003

Gbr diambil seijin yg brsangkutan disini

Tidak,… saya takut malah merusak cerita yang begitu indah diantara mereka.. dengan kata-kata saya yang bodoh dan kadang konyol…

Tapi hari ini, saya menemukan banyak sekali video yang bercerita tentang perjuangan mereka… Lalu saya kembali teringat pada tulisan bapak ini. Saya kagum pada pasangan ini, terutama pada Istrinya yang cantik, yang juga adalah sahabat baik saya di plurk.

AIDS…

Anda semua pasti sulit membayangkan bagaimana shocknya anda ketika mengetahui darah anda sudah terinveksi virus HIV AIDS. Dan membaca tulisan-tulisan bapak ini berkali-kali membuat saya harus meneteskan airmata haru sekaligus empathy for all of the fear that comes along with the disease.

Artikel berikut, yang merupakan surat dari sang ayah untuk anaknya… adalah ARTIKEL TERINDAH dan terbaik yang pernah saya baca…

Saya copiin yah… Kalau mau kenal /baca silahkan klik langsung disini…:

P1010012

Dear Indigo,

It’s lousy, isn’t it ?  This thing we call life.

Somebody once said, “Life’s a bitch, because if it’s a slut, then it would be easy..”  I laughed at that time, but now I am finding it hard to understand what’s so funny about it.

It all began when earlier this year I, - your father, was positively confirmed beyond doubt that I have HIV.  Courtesy of some bad choices that I made in the past, my body had finally succumbed to the harsh realities.

You know what’s hard about it, Son ?  It’s not the fact that I am suffering.  Or even dying, for that matter.  No.  It’s because I may not be there on your graduation day.  It’s because I may not sit there on the couch, waiting for you to introduce me to your first girlfriend.  And it’s because I may not stand beside your mother, posing for some family picture, carrying your first-born child on my hand.

Sampai disini saya harus berhenti dulu,… karena mata saya sudah tertutup oleh kabut airmata saya sendiri menggenangi kedua pelupuk mata saya.

At that time, I thought I passed it. I mistakenly believed that my grief is over, safely sealed, so I can get on with life and prepare to what I can do to make our family’s circumstances better before my time comes. And boy, was I wrong.

For one day before my birthday, at the 11th of July, you were confirmed to have autism. Why so, in the name of the God that I worship ? Why you ? How many more blows have I to take ? And why should my family bear the legacy of my sins ?

Ohhhh God… Would I be that strong if I were him????…

Ahhhh, merinding sekali saya membaca paragraf ini. Mata saya semakin berkaca-kaca… Saya harus menghapus sudut mata saya dengan ujung kaos tshirt saya, sebelum mereka benar2 jatuh menjadi butiran-butiran airmata… duh, terharu sekali rasanya.

As I write this, Son; my eyes are filled with tears. Your condition hit me much harder than my disease

[trust me, I couldn't hold my teardrops from falling now, as we share the same problems about  child disorder, here].

Come to think about it, I just can’t comprehend the hard realities you’ll have to face, the confusion you’ll have to bear and the wounds that will inevitably come your way.

I can go on and on about this.  Yet I know that I have to worry hurry and get to my point.  For I really do not know when will you read this.  Will I still be around then ?  I simply can not predict what happens.

Here’s my message.  Your father was a scoundrel.  My life was a blatant embodiment of the word “joyride”, marked by  short, thrilling bursts of brilliance, but followed by  sharp and sickening downward turns.  Hence the consequences that I have to bear afterwards.

I want you to understand, Son, that I’m sorry it happened that wayI apologize that I’m not the man I can potentially be.  I beg your forgiveness that I do not have even half of the life that I previously planned for you and the family.

But am I implying that not for one moment you should live recklessly like that ?  Not at all.  Because by now, you should have some idea that I am not your unusual next-door-dad.  On the contrary, I want you to live life to the fullest and inhale its exhilarating draughts.  The only difference I want you to strive for is Victory.  In the end, I want you to overcome the world and whatever life has in store for you.  Oh, you may need to bear your battle scars, but they will be like some shining badges of courage that are there for you to be proud of.

How beautiful, isn’t it ?

Membayangkan perasaan apa yang berkecamuk dalam hati sang ayah ketika menuliskan kalimat-kalimat ini,… membuat saya merasa dada saya sesak, mau meledak rasanya. Terdorong luapan rasa haru dan kagum akan kedasyatan cinta sedang coba ditransfer oleh sang ayah melalui tulisannya.

It’s sickening how grief can break you.  That’s why I want to close this short letter in a positive tone.

Don’t be afraid, my dear Indigo.  I do not have any plan to leave this world soon.  I know that I have no idea when will I depart to answer His call ; - but to combine Bon Jovi and The Psalms -,  “until I’m 6-feet under, I’m gonna live while I’m alive”, for “this is the day that the Lord hath made, I will rejoice and be glad in it”

And when finally I’m not beside you at whatever point in your life, just take a look around, and find me in every bright rays of sunlight, every unusual forms of cloud, every extraordinarily shiny flowers, and every summer rain.  If you look hard enough, perhaps I’ll even be there in some lousy notes of Debbie Gibson’s songs ( your mom hates her, by the way ).

Whatever it is, rest assured that I will not abandon you.  Alive or not, I’ll slay whatever dragons come your way.  Come what may…..

———————————

( On January 2008, the writer was confirmed to have HIV.  His son, to whom this post is addressed and dedicated, is declared to have autism 7 months afterwards )

So, here I am, with my eyes also full of tears, I want to say how proud I am, to know such a very lovely father like you. I believe Indigo will also very proud having a very honest and loving father like you are.

Ahhh, kali ini kaos saya sudah basah oleh airmata. Saya tidak akan menutupi betapa cengengnya saya pagi ini… tapi sumpah, surat ini, adalah surat cinta terindah yang pernah saya baca, dari seorang ayah untuk anaknya.

About your HIV AIDS, well… sekarang ini AIDS bukan lagi penyakit yang perlu ditakuti/ ditutuptutupi. Semakin cepat diketahui dan diterima, akan semakin mudah menanginya. Kemarin saya membaca di femina terbaru, bahwa penanggulangan terhadap penyakit AIDS akan semakin meningkat sehingga diharapkan resikonya pun akan semakin berkurang.

Stand Strong my friend, and keep the faith, coz you are blessed, and you are loved.

Lagu ini, semoga bisa menjadi penghibur dan menyemangat untuk Fajar dan Indigo

Doa saya untuk Fajar, Indigo, Leonnie dan Ilya.

Love and hugs.

Silly™


40 Comments so far
Leave a comment

Ikyut cedih :(

huks huks,,, sediih kalii

sungguh sebuah surat yang sangat indah dan mengharukan

ak kagum dengan ketabahannya menerima semua ini

He is really the chosen one karena Tuhan tidak akan memberikan percobaan melebihi kemampuan org itu.

Mbak Sil, bikin posting ttg autism dong.

hiks.. hiks.. nangis makin menjadi-jadi :((

Hiiikkkssss…….. sediiiiiihhhhh………… nangiiiiisssss…………

*langsung nangis di pojokan*

Terima kasih saya yang dalam atas empati-nya. You make my letter sound more beautiful than what really is. Membacanya lagi di dalam tulisan orang lain, membuat saya mewek dikit :)

Sekali lagi, Silly. Terimakasih banyak. Your nickname really doesn’t describe what you are. Someday we must really meet, if you don’t mind :)

P.S. :

- Video yang bercerita tentang perjuangan kita ? Saya malah baru tahu.. :) Ada di mana ?
- Sekarang blog saya berpindah di http://fajarjasmin.com Silakan diobrak-abrik :)

mengharukan… :(
mungkin ada rencana yg lebih besar dibalik semua cobaan ini.. :)

semoga ‘beliau’ kuat menghadapinya.. Amin. :)

Saya sedih membacanya… semoga Fajar dan keluarganya bisa kuat menghadapi semua ini…. To Fajar : You are not alone….

*speechless*
gw baca sambil beruraian air mata…
Tuhan pasti selalu beri kekuatan buat Fajar Jasmin dan keluarga. Klo Tuhan ijinkan ini terjadi pasti ada sesuatu yang indah dibalik semuanya.
be strong! God never forsakes you!

Sebenarnya sudah baca di blog asalnya. Kebetulan kenal FINE/FajarJasmin dari plurk dan twitter. Touching, indeed.

surat yang sangat indah dari ayah yang tegar. salam untuk pak fajar dan keluarga.

Thanks Silly untuk reblog surat ini,
Saya, ibunya Indigo, selalu menitik air mata setiap baca surat itu.
Tidak pernah berani untuk melakukan apa yang Silly lakukan di sini,
karena takut ga bisa selesai…….. again, thanks.

Thanks juga untuk semua, salam dari kami sekeluarga.

@Deje :

Yes, sadly… indeed :(

@Aprir :

Iya yah, tapi saya kagum loh saya bapaknya.

@rere :

He is really the chosen one karena Tuhan tidak akan memberikan percobaan melebihi kemampuan org itu.

@rere :

Posting ttg autism?… haduhhh, gak gape gue ngomongin itu. Biar org yang berkepentingan aja yang posting ttg itu deh.

@achill :

Aku juga posting ini tadi sambil ngelap airmata terus :)

@KiMi :

*kasih permen* :P
emang sedih banget yah baca suratnya.

@Fajar Jasmin :

Ahhh, yang diomongin mampir. Maaf, fotonya saya pajang disini :)

Soal video itu, Yes, I search many information about AIDS yesterday, karena kebetulan sedang tertarik dengan topik ini, dan kebetulan juga ada sahabat yang cerita tentang AIDS.

I’m Interested in Women’s and Children Domestic violence, Including AIDS.

Ketemu?… Of course, I’d love to. Sharing many things about your kid’s disorder and AIDS, pasti akan menjadi masukan yang sangat bagus untuk bekal saya.

Salam hangat untuk mbak Leonnie dan anak2 yah.

@OpPIE :

PASTI. He is the choosen one I think.

@itikkecil :

Oh iya, Itikkecil juga pernah posting tentang ini bukan? saya lupa linknya, nanti saya cari diblog itikkecil deh.

@caroline :

Amien. Saya selalu percaya mereka orang2 pilihan, dan selalu yakin, ketika Tuhan lagi2 menitipkan anak yang memiliki kebutuhan khusus pada pasangan ini, karena yakin, mereka mampu… tidak semua orang dipilih untuk menjalankan tugas Istimewa itu. So, they are chosen.

@Imansyah™ :

Yes. Pasti. Siapapun yang membaca surat seindah itu, tetap akan terharu.

@megacule :

Salamnya disampaikan. Thanks yah.

@LeonnieFM :

Ah, mbak Leonnie ada disini…. *peluk pelukkkk*

Sama, sejujurnya posting ini udah nongkrong di draft saya sejak bulan JULI… tapi tiap kali membaca, beneran… saya selalu terharu, bagaimana rasanya menjalani hidup dengan begitu tegar seperti Fajar.

Dan dibalik sosok fajar, ada mbak Leonnie, wanita yang sangat luar biasa menurut saya. Mbak berhasil mensupport Fajar sehingga dia bisa menjadi pribadi yang luar biasa. Mbak juga hebat, saya sungguh salut.

Sekali lagi, doa dan pengharapan yang besar untuk Leonnie, Fajar, Indigo dan Ilya, semoga selalu diberkati Tuhan.

Terima kasih sudah memberikan contoh yang baik bagi sahabat-sahabat diluar sana untuk tidak diam dan meratapi apa yang sudah terjadi. Berjalan dan berdiri tegak, sambil tetap bersyukur untuk nikmat yang Tuhan kasih, sungguh merupakan contoh yang sangat baik, tidak hanya bagi penderita AIDS dimana saja, namun bagi siapa saja.

Be so Blessed!!!

Feel Something “sad, painfull and blank” inside,

Wish the veeeery best for them

sigh* this letter has taken my breath away for view seconds dan telah meninggalkan kesan mendalam yang aku tau tidak akan mudah hilang. Aku kenal dengan seorang odha, dia mendirikan support group untuk para perempuan odha, dan dia menerima apa yang terjadi di hidupnya dengan amat sangat baik. Dan kupikir, seandainya lebih banyak orang yang mengetahui kisahnya dan teman-teman odha lain yang berniat sungguh-sungguh menjalani hidup mereka sebaik mungkin, pasti akan banyak orang terinspirasi. Setidaknya, orang akan berpikir seribu kali sebelum mengambil keputusan yang salah. thank you dear for posting such a great letter like this letter. Sampaikan salam terhangat untuk fajar dan keluarganya

tidak banyak orang yang berani untuk berbagi cerita tentang hal semacam ini, karena itu membutuhkan “kekuatan super”

membaca postingan ini bikin saya mewek, duh saya mau absen dulu

semoga mas Fajar beserta keluarga bisa survive mengahadpi cobaan ini, amien….

salut ma fajar, mbak leoni dan indigo… bisa tabah, sabar hadapi semua ini. semoga bisa melewati dengan baik dan semoga Tuhan memberikan yang terbaik… amin.

thanks share cerita nya.. walo bikin mewek…

[...] This letter was re-blogged by a nice friend of mine, Silly, in her blog here. [...]

saya ikut terharu banget membaca tulisan seorang ayah.. *walau english sy ecek2, tapi begitu dalam makna setiap kalimatnya*
semoga kita semakin tegar dan juga memprteksi diri terkait HIV AIDS ini

(tears)…(tears)..(tears)

Don’t Give Up..
When you see all the doors closed, there’s an open window remain for you.

Ikut berdoa, semoga Tuhan selalu memberkati keluarga ini sekarang dan di waktu yang akan datang.

Salam Damai.

I’ve met him and his family last week, celebrating their son’s birthday :)

*menangis dalam diam*

Sil, serba kebetulan….

Berhari-hari memikirkan Aids… setelah penyuluhan Aids tahun lalu yang kuikuti, ada sedikit tanggung jawab yang belum kutuntaskan.. Ntar kalau pas klop waktunya aku ceritakan dear.

Dan malam ini aku terdampar menemukan entry ini. Semoga mas Fajar & mbak Leonny serta Indigo diberi kemudahan kedepannya.

*Suratnya membuat speechless*

terus dukung dia ya coz temen yg positif HIV sangat butuh dukungan..
smg dia jg diksh kesempatan untuk liat anaknya tumbuh.. buat temen-temen yg lain, hati2 ya dalam menjalani hidup.. kita patut belajar dr pengalaman org lain..

ah darling..this is very very touchy…

Somehow I found…
That this guy..
is extraordinary blessed!

@Fajar Jasmin…
Saya mencoba untuk nggak menangis, karena menurut saya, it’s never enough for tears. Saya memang nggak bisa apa-apa… tapi saya berdoa semoga perjalanan yang kamu tempuh, setidaknya, tidak selalu diramaikan oleh tangis dan air mata, tapi pengharapan yang tidak pernah putus pada keajaiban Sang Pemilik Nafas.

Saya memang tidak mengenal kamu,
tapi saya tahu… kamu adalah Ayah yang sangat, sangat baik untuk seorang bayi kecil yang mencintai kamu…

Keep on believing that you are surrounded by beautiful people.
Mungkin tadi hanya Silly yang berdoa..
tapi kini…. kami semua… melakukannya…

Be strong ya! :)

Untuk keluarga Mas Fajar dan Mbak Leonnie,
Semoga bisa melewati ujian ini dengan baik. Salam untuk si kecil Indigo .. God bless u all :)

semangat.. itu yg saya baca sbg benang merah dalam surat itu. Bersyukurlah masih ada semangat itu.. Sy jd teringat salah seorang teman yang terkena AIDS beberapa tahun lalu. Meninggal dengan semangat yg hilang. saat itu support untuk para odha memang sedikit bahkan hampir tak ada, krn saat itu kondisi tsb msh sangat tertutup. Saya yakin semangat adalah obat yang paling mujarab. Sampaikan salam semangat saya pada Keluarga Fajar.. tks udh memberikesempatan membacanya..salam..

:( nggak berani ngelanjutin.
sudah mau nangis.. :((

Numpang update ya Sil….

Ada teman yg memposting tentang update situasi saya di http://venus-to-mars.com/2008/11/30/you-are-not-alone/ :)

Numpang update ya Sil :) Seorang teman mem-posting tentang kondisi terakhir saya di sini : http://venus-to-mars.com/2008/11/30/you-are-not-alone/

T_T…aku terharu bgt..
makasiii suda posting artikel yg begitu menggugah hati…
dgn membaca ini aq jd bersyukur pd kehidupan q yg sekarang..makasi buk n calam kenal..:)

Hmm..

tak terbayangkan ketika saya mengalami hal yang sama. Apakah saya akan sekuat itu?

oh ya, sekarang saya bergabung dalam AHMAD (Advanced Help for Mentoring Autism Disorder) yang meneliti peran komputer multimedia dalam mendidik anak autis. Dapat dilihat di website resminya http://autism.care.ugm.ac.id atau di http://prastowo.blog.ugm.ac.id

Akan tetapi karena saya disana sebagai programmer, saya kurang bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai autis. Mungkin bisa ke website yang saya sebutkan tadi.

buat semuanya..semangat!!!!

salam
d3ptzz

Yaah begitulah Sil, setiap orang punya karmanya masing2 yang harus dibayar saat sudah matang berbuah. Mudah2an dlm sisa waktunya yg ada, sang ayah banyak2 berbuat baik siapa tau karmanya yang lalu bisa terlunasi dan mempermudah kehidupan sang anak, dan juga sang ibu yg harus berjuang keras menabung karma baik sehingga bisa memperbaiki kehidupan sang anak. Karena kondisi sang anak adalah akumulasi karma ayah-ibu nya baik dari kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya.
Hanya itu yg bisa saya usulkan sesuai pemahaman kami.

@CY “Karena kondisi sang anak adalah akumulasi karma ayah-ibu nya baik dari kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya.” Really ?

Orang terkadang lupa ketika waktu itu ada batasnya.

Tuhan memberi mas Fajar dan mbak Leonnie kesadaran tentang batas waktu itu walau TIDAK ADA satu orang pun yang tahu di mana batas itu sebenarnya.

Semua orang bilang: “Tiada manusia yang sempurna” tapi banyak orang yang merasa dirinya sempurna.

Tuhan memberi mas Fajar dan mbak Leonnie kesadaran akan ketidak-sempurnaan itu namun Dia juga menunjukkan bagaimana caranya untuk mendekati kesempurnaan.

K’ndie

TrackBack URI

Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)




BloodForLife [BFL]

Silly's old blog

Image Hosting by Picoodle.com

sitemeter

who's among us

counter
Blog

Recent Posts

Recent Comments


ShoutBox Silly


ShoutMix chat widget

Pages

Categories

Archives

Meta

Tags

Time To Speak Out

PEACEKEEPERS FRIEND

banner angingmammiri

Ngerumpi yuk :)



AUTHOR

  • profileAdd some information about yourself here.

FLICKR FEED

  • Add your flickr code here, or use the widget