IJINKAN AKU MENETESKAN AIRMATA…
Tuhan…
Kalau dulu aku sudah meneteskan airmata bagimu,
Kali ini ijinkan aku meneteskan airmata lagi…
Bukan…
BUKAN untuk DIRIKU Tuhan,
karena ternyata apa yg kualami
bahkan tidak seujung kuku pun besarnya dihadapan-MU,
jika dibandingkan dengan yg dialami oleh
ANAK-ANAK NEGRI ini..

Diantara belantara derita,.. mereka meraung,.. meratap dan menjerit,..
Menangisi piring-piring mereka yang sudah berhari2 tidak diisi makanan,
Menangisi luka-luka dan borok ditubuh mereka…
yang tak terobati karena mahalnya obat2an…
Menangisi kematian orgtua mereka tercinta
yang meninggal karna kelaparan,..
Ya Tuhan,…
Tak kuat lagi rasanya, bahkan bernafaspun aku tak sanggup,
Dua tangan ini tak lagi cukup untuk merangkul sahabatku yg menangis
karna ketidakmampuannya membayar biaya pengobatan anaknya,
Dua lengan ini tidak cukup lagi tempat untukbersandar,
Ibu-ibu yang stress
memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan keluarganya
untuk HARI ITU saja !
Tuhan,…
Apa yang harus aku lakukan…???
AKu terkulai lemah, memandang teman2ku berdemo tanpa hasil
Mereka bahkan ada yang menjadi korban kekerasan aparat keparat
Yang ATAS NAMA TUGAS, menghalau mereka dengan keji..
***
OH GOD…
Kapan semua ini akan berakhir,
Buka hati pemimpin bangsa ini ya Tuhan…
Agar mampu menemukan solusi yg terbaik bagi anak2 negri ini…
Bagi Keberlangsungan bangsa ini…
Ahhhh…
100 TAHUN…
harusnya waktu yg cukup panjang Untuk memerangi Kemelaratan
memerangi keterpurukan,… memerangi kemiskinan,
…
untuk BANGKIT,
Menjadi BANGSA, yang saling mencintai bukan memperkaya diri sendiri
Yang saling menguatkan, bukan saling menyikut dan menjatuhkan…
Dan yang saling menghargai,
Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan…
Yang juga layak menikmati seluruh isi JAGAD RAYA ini…
***
Mari berbagi, mari berempati, Mari mencintai dengan tulus,
Lupakan dengki,… Lupakan iri hati..
Ayo, bergandengan tangan, mencari solusi yg terbaik
supaya kita tidak semakin terpuruk,
karna kita semua adalah
SAMA
dimataNYA
Jakarta. 26.05.08,
Ditulis dengan hati yg luluh, namun penuh cinta,
![]()












[...] PS: Ini sebagai bahan renungan, supaya kita berkaca…. keluar dan kedalam… Keluar, bahwa masih banyak orang diluar sana yang bernasib seperti khairunnisa ini… Kedalam,… mari kita tanya hati kita… lepaskan semua atribut apapun yang melekat pada tubuh kita, lalu bertanya… apakah kita peduli pada sekeliling kita… tetangga kita… atau siapapun yang ada disekitar kita… yang butuh pertolongan kita… [...]
[...] banyak Khairunnisa-Khairunnisa lain diluar sana.. Masih banyak bayi-bayi busung lapar diluar sana… Apakah itu cukup membuat hati anda tergerak? Masih banggakah anda dengan klaim keberhasilan [...]